Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Larang Wisatawan Luar Liburan ke Bandung, Ridwan Kamil: Keselamatan Masyarakat Nomor 1

Antara , Jurnalis-Rabu, 16 Juni 2021 |17:29 WIB
Larang Wisatawan Luar Liburan ke Bandung, Ridwan Kamil: Keselamatan Masyarakat Nomor 1
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Antara)
A
A
A

GUBERNUR Jawa Barat M Ridwan Kamil mengutarakan alasan meminta wisatawan luar daerah tidak berkunjung dulu ke Bandung Raya selama sepekan mulai Selasa 15 Juni 2021.

Menurut Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, ini untuk melindungi masyarakat baik di Bandung Raya dan Jawa Barat pada umumnya, serta warga luar Jabar, khusus Kota Bandung yang saat ini sudah dikepung zona merah yakni Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat yang notabene berbatasan langsung atau masih dalam satu aglomerasi.

Baca juga:  100 Desa di Jawa Barat Ditargetkan Ikut Anugerah Desa Wisata 2021

"Ini kan bukan hal baru, keselamatan jiwa masyarakat adalah nomor satu jadi kalau situasinya sudah darurat, maka tindakan menyelamatkan nyawa itu akan jadi pilihan,” ujar Ridwan Kamil di sela acara Jabar Punya Informasi (Japri) Pelepasan Ekspor Produk Kelapa Parut Kering di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Rabu (16/6/2021).

 

Saat ini, kata Gubernur, tingkat keterisian rumah sakit rujukan CPVID-19 juga sudah di atas angka 80 persen. Angka ini melebihi ketetapan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan nasional yakni maksimal 60-70 persen.

“Hari ini karena keterisian rumah sakit juga sudah di atas 80 persen di Bandung Raya, makanya saya deklarasikan siaga satu dan mengimbau wisatawan supaya tidak datang dulu," katanya.

Baca juga: 6 Hal Menarik Seputar Pantai Ujung Genteng, Daya Pikat hingga Penginapan

Pemprov Jabar bersama forkopimda telah bergerak bersama untuk mencegah penularan COVID-19 semakin menjadi. Jajaran kepolisian dari Polda Jabar katanya sudah siap mencegat di pintu perbatasan agar Bandung Raya tidak jebol.

"Polda sudah siap weekend (akhir pekan) ini tidak jebol oleh mereka- mereka yang tidak disiplin. Kalau tidak disiplin, nanti rumah sakitnya penuh, kolaps. Nanti biasa yang disalahkan pemerintah lagi dan sebagainya," ujarnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement