Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pesona Curug Tomo, Pilihan Sempurna Wisata Keluarga di Pandeglang

Antara , Jurnalis-Senin, 14 Juni 2021 |13:39 WIB
Pesona Curug Tomo, Pilihan Sempurna Wisata Keluarga di Pandeglang
Wisata air Curug Tomo di Desa Ramea, Mandalawangi, Pandeglang, Banten (Antara)
A
A
A

ADE Setiwan sekeluarga sudah terbiasa setiap hari sekira pukul 06.00 WIB berolah raga sejauh 2 Km dengan jalan pagi selama kurang lebih satu jam mengitari seputaran wilayah kediaman di kampungnya, Kolelet Turus Desa Pasirtangkil Kecamatan Warunggunung Kabupaten Lebak Banten.

Namun ada yang berbeda dengan olah raga, pada Sabtu 12 Juni 2021. Ade Setiawan beserta empat putra yakni Salman Abdul Wahid, Fathir Ariseno, Akbar Aridani dan AS Junior berencana berolahraga dengan jalan-jalan pagi menyusuri pegunungan, menghirup udara yang lebih segar sekaligus melihat pemandangan alam saat ‘weekend’.

 Baca juga: Dear Wisatawan, Jangan Berenang Dulu di Pantai Selatan!

"Kali ini saya memutuskan untuk jalan-jalan pagi menuju Curug Tomo di Desa Ramea Kecamatan Mandalawangi yang merupakan salah satu wisata alam yang termashur di Kabupaten Pandeglang, tetapi memang kami belum pernah berkunjung ke tempat tersebut," kata Ade.

Berbekal dua bungkus nasi kuning dan gorengan ceker ayam (untuk sarapan pagi) masakan istrinya, dan minuman air putih dua botol, tepat pukul 06.00 WIB, Ade dan empat buah hatinya menuju ke lokasi Wisata Alam Curug Tomo dengan mengendarai mobil.

"Kami memilih jalan melintasi jalan raya Pandeglang-Labuan, setelah sampai di Pertigaan Mengger mobil diarahkan ke jalan Mandalawangi menuju Pasar Pari Kecamatan Mandalawangi. Kami tiba di Pasar Pari sekira pukul 07.00, lalu sekitar jarak 100 meter melewati Pasar Pari ada jalur simpang tiga dan sebuah plang (papan) nama bahwa itu salah satu pintu masuk menuju tujuan kami," ujarnya.

 

Karena belum pernah berkunjung ke Curug Tomo, saat dipertigaan tersebut Ade menyempatkan untuk bertanya dan dijawab oleh warga setempat bahwa akses yang akan kami lalui adalah sudah benar dan bisa dilalui kendaraan roda 4 menuju air terjun yang kami maksud.

Sejak awal keberangkatan, Ade telah menyadari lokasi Curug Tomo ini terbilang terpencil, oleh karena itu selain mengandalkan ‘google maps’ kami akan kerap bertanya kepada warga sekitar agar tidak tersesat.

"Sesuai petunjuk, kemudian kami melajukan mobil menuju arah Desa Sinarjaya – Desa Panjangjaya – Desa Cikumbueun – terakhir Desa Ramea Kecamatan Mandalawangi dengan tingkat variasi jalan yang kami lalui sebagian terbesar beraspal dan jalan beton, sehingga menurut penilaian kami lumayan lancar bisa dilalui kendaraan roda 2 maupun roda 4 tanpa kendala berarti," ujarnya.

Baca juga:  Lebak Kembali Buka Tempat Wisata, Pelanggar Prokes Bisa Didenda Rp5 Juta

Melewati jalan perdesaan dan perkampungan khas nuansa pegunungan memang perjalanan sangat menyenangkan, karena sepanjang jalan kami disuguhi pemandangan persawahan berundak dan indah yang terhampar luas dengan air mengalir tiada henti. Belum lagi dimanjakan oleh pesona deretan areal pertanian dan perkebunan warga sekitar yang hijau dan rindang.

Namun, pengemudi harus tetap berhati-hati karena jalan desa menuju Curug Tomo menanjak, berbelok tajam menukik melintasi lereng perbukitan berkelok-kelok tajam dan pegunungan dengan beberapa lintasan diantaranya adalah tanjakan sangat tinggi dan jalan menurun sangat curam ditambah pemandangan jurang menganga disebelah kanan dan kiri jalan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement