VAKSIN Sinovac memang menjadi salah satu vaksin awal yang beredar di masyarakat. Sayangnya, efikasi vaksin Sinovac dianggap paling rendah dibandingkan dengan lainnya.
Meskipun WHO sendiri sudah memberikan lampu hijau pada penggunaan vaksin Sinovac tersebut. Lantas, apakah orang yang telah mendapat vaksin Sinovac harus divaksin ulang menggunakan vaksin merek lain?
Menjawab hal tersebut, Influencer Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i mengatakan saat ini belum ada satupun orang yang mengetahui mengenai imunitas yang dimiliki oleh vaksin Sinovac. Selain itu, studi atau penelitian lebih lanjut mengenai vaksin pun belum dilakukan.
“Pertama, studinya belum ada. Kedua, vaksin Sinovac bisa bertahan berapa lama? Belum ada yang tahu. Ketiga, apakah harus dibooster dengan vaksin yang sama atau berbeda? Belum ada yang tahu, sebab masih menunggu data lebih lanjut,” terang dr. Fajri saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (2/6/2021).
Ia menambahkan bahwa regulasi penyuntikan kembali masyarakat menggunakan vaksin lain harus menggunakan data yang jelas. Yang jelas, serendah-rendahnya efikasi vaksin Sinovac, namun akan jauh lebih baik jika seseorang divaksinasi ketimbang tidak sama sekali.