Baca Juga : Sudah 2 Kali Divaksin, Fadli Zon Positif Covid-19: Mari Waspada Jaga Kesehatan
Influencer Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i mengatakan bahwa belum ada konsensus atau kesepakatan di mana pun terkait kadar titer antibodi yang baik pasca disuntik vaksin Covid-19. Selain itu kadar yang tinggi sebetulnya belum tentu menjadi gold standar untuk menentukan bahwa antibodi dapat menetralisir Covid-19.
“Walaupun kadarnya tinggi secara kuantitatif, tapi secara kualitatif dia belum tentu bisa menetralkan (Covid-19). Itulah mengapa dibutuhkan pemeriksaan lanjutan yaitu uji netralisasi antibodi. Jadi antibodi yang ada ini bisa menetralkan virus tersebut, inilah yang disebut uji netralisasi,” terang dr. Fajri saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin 31 Mei 2021.
Oleh sebab itu, dr. Fajri mengatakan mengapa pemeriksaan kuantitatif tidak dianjurkan untuk masyarakat umum kecuali level penelitian dan terstandarisasi. Sebab harus ada standarisasi yang bisa menjadi dasar acuan untuk membuat suatu kesimpulan.
“Jadi harus ada standarisasi. Ini kan 250 kita gak tau pemeriksaannya dimana? Bagaimana metodenya? Dan lain-lain, dan diperiksa berapa hari pasca disuntik vaksin. Itulah sebabnya mengapa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) belum menganjurkan pengecekan antibodi pasca disuntik vaksin, karena belum ada konsensus berapa skor yang baik dan yang buruk mengenai kasus ini,” tuntasnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.