Kebanyakan orang yang menghirup spora aspergillosis selama sehari tidak mengalami sakit. Tetapi orang dengan sistem yang lemah atau penyakit paru-paru memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami masalah kesehatan akibat penyakit ini.
Gejala yang disebabkan oleh aspergillosis antara lain adalah alergi, infeksi pada organ tubuh termasuk paru-paru. Infeksi aspergillosis paru saat ini sedang diamati pada orang yang memiliki kekebalan tubuh yang terganggu. Aspergillosis tidak mematikan seperti jamur hitam, tapi juga bisa berakibat fatal.
Meningkatnya kasus infeksi jamur pada pasien Covid-19 dikaitkan dengan penggunaan steroid dan kekebalan tubuh yang terganggu. Penyakit ini juga diprediksi terkait dengan air non-steril yang digunakan untuk menghidrasi suplai oksigen.
Penggunaan steroid yang tidak rasional dalam pengobatan Covid-19 adalah salah satu alasan utama di balik peningkatan kasus jamur hitam.
Jenis aspergillosis yang paling parah terjadi ketika infeksi telah menyebar dengan cepat dari paru-paru ke otak, sinus, jantung, ginjal, atau kulit. Penyakit ini menyerang orang dengan sistem kekebalan yang lemah akibat Covid-19, kemoterapi kanker, transplantasi sumsum tulang, atau penyakit sistem. Perlu diingat aspergillosis yang tidak diobati seringkali berakibat fatal.