Setiap 3 menit, lahir bayi dengan kondisi bibir sumbing di dunia. Kelainan ini tak bisa dianggap sebatas masalah estetika, karena berpengaruh pada asupan nutrisi dan gizi anak selama proses pertumbuhannya.
Karena ada kelainan pada bibir, itu membuat bayi susah mendapatkan air susu ibu (ASI), padahal itu penting sekali buat bayi yang baru lahir. Karena itu, orangtua yang memiliki bayi dengan kondisi bibir sumbing harus ekstra sabar dan terus belajar bagaimana membesarkan anaknya.
Salah satu orangtua yang memiliki bayi bibir sumbing adalah pasangan Aisah dan Jeje Fauzy. Mereka mengakui bahwa di awal kelahiran bayi Arya Abdul Syukur, banyak kesusahan yang dialami.

"Enggak bisa dipungkiri kami down. Tapi, keluarga memberi semangat dan kami yakin bayi Arya punya masa depan, jadi kami berbuat semaksimal mungkin untuk kebaikan bayi Arya," cerita Jeje pada MNC Portal Indonesia, Selasa 25 Mei 2021.
Baca Juga : Cegah Bayi Bibir Sumbing, Pastikan Kebutuhan Asam Folat Tercukupi Selama Hamil
Tahu bayi Arya masa depan meski lahir dengan bibir sumbing, Jeje dan Aisah memutuskan untuk mengoperasi bayi Arya.
"Alhamdulillah mendapat bantuan dari Smile Train Indonesia dan SnackVideo, bayi Arya pada 3 Mei 2021 kemarin dioperasi. Alhamdulillah semua berjalan lancar, meski jahitan bagian dalam bibirnya perlu pemulihan kurang lebih 3 bulan," ungap Jeje.
Baca Juga : Perkawinan Saudara Tingkatkan Risiko Bayi Lahir Bibir Sumbing
Karena ada bekas operasi, bayi Arya perlu hati-hati saat minum susu. Kesulitan minum ASI pun dialami bayi Arya. Ya, salah satu masalah bayi dengan bibir sumbing adalah susah minum ASI.
"Bibir bayinya enggak bisa ngisap, jadi perlu bantuan alat untuk minum susunya. Selain itu, bayi bibir sumbing juga gampang tersedak, jadi orangtua harus hati-hati sekali memberikan asupan ASI-nya," papar Dokter Spesialis Bedah Plastik dr Yantoko, SpBP, di acara yang sama.
Nah, pada bayi Arya, dia awalnya diberikan ASI melalui sendok. Tapi, upaya itu ternyata berisiko ASI masuk ke saluran pernapasan. Alhasil, Jeje dan Aisah menggantinya dengan dot.
"Tapi pakai dot pun kita enggak bisa lepas gitu saja, harus diawasi. Ujung dotnya kami yang pencet dan usahakan pelan-pelan biar bayi Arya enggak tersedak," cerita Aisah.
Sebelum operasi, kata Jeje, bayi Arya harus memenuhi persyaratan terlebih dulu. Mulai dari usia di atas 3 bulan, berat bayi 5 kilogram atau lebih.
"Alhamdulillahnya, bayi Arya memang sejak lahir sudah besar badannya. Dia lahir dengan berat 3,9 kilogram. Nah, pas operasi kemarin, berat bayi Arya 6 kilogram dan usianya 3,5 bulan. Jadi lolos dan alhamdulillah semuanya lancar," ungkap Aisah.
"Ada syarat sebelum operasi bibir sumbing yaitu bayi Arya diminta puasa 6 jam sebelum operasi. Cuma itu syaratnya," tambah Aisah.

(Foto ilustrasi)
Selasa proses operasi berlangsung, bayi Arya hanya menginap satu hari di rumah sakit. Selebihnya dia bisa pulang dan kondisinya terus membaik hingga sekarang.
Jeje dan Aisah sangat yakin bahwa memiliki bayi Arya yang terlahir istimewa adalah berkat dari Tuhan. Tapi, upaya mengoperasinya adalah keputusan tepat demi masa depan yang lebih baik.
"Memutuskan untuk operasi Arya adalah pilihan terbaik kami, karena kami yakin bayi Arya punya masa depan. Begitu juga dengan bayi-bayi dengan bibir sumbing lainnya," ucap Jeje dengan nada bergetar.
Ia pun menambahkan, untuk orangtua dengan bayi lahir bibir sumbing, Anda jangan merasa sendiri. "Buat orangtua yang senasib dengan kami, jangan ngerasa sendiri. Bayi-bayi kami tetap punya masa depan dan operasi adalah pilihan terbaik," tambah Jeje.
(Helmi Ade Saputra)