"Ada struktur arsitektur dengan ukuran dan kualitas berbeda di sini. Itu digunakan secara ekstensif dari abad keempat hingga abad ketujuh," tambah Polat.
Setelah abad ketujuh, atau setelah masa kaisar Bizantium Heraclius, popularitas situs memudar, dan sebagian besar bangunan hancur.

“Kemudian secara bertahap menjadi aktif kembali di pertengahan periode Bizantium. Kami tahu dari sisa-sisa yang telah kami gali bahwa hanya ada bengkel kecil di sini pada akhir periode Bizantium, ”kata Polat.
Pada periode Ottoman, kota ini hampir seluruhnya ditinggalkan sebagai daerah pemukiman. Alasannya, adalah daerah itu tertutup lumpur dan oleh karena itu digunakan sebagai padang rumput selama Kekaisaran Ottoman.
(Edi Hardian )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.