BEREDAR informasi warga Kota Taipei di Taiwan, China, melakukan lockdown sendiri tanpa disuruh pemerintah. Ini diterapkan setelah kasus covid-19 di sana dilaporkan meningkat. Pada Senin 17 Mei 2021 memang dilaporkan ada 335 kasus baru covid-19 per harinya di Taiwan. Ini dinyatakan sebagai rekor baru sepanjang pandemi covid-19 berlangsung.
Otoritas Kesehatan Taiwan menyatakan dari jumlah tersebut sebanyak 333 kasus adalah transmisi lokal. Ya, hanya ada 2 kasus yang teridentifikasi sebagai kasus impor. Demikian laporan Apple Daily di Taiwan.
Baca juga: Sepelekan Covid-19, Pria Ini "Minta Ampun" Setelah Tertular
Secara total, kasus covid-19 di Taiwan sebanyak 2.017 dengan penambahan 700 kasus pada pekan lalu. Jumlah kasus meningkat selama akhir pekan, dimulai Jumat lalu ditemukan 29 kasus, Sabtu 180 kasus, dan Minggu 206 kasus. Demikian menurut laporan UPI.
Terkait vaksinasi covid-19, Taiwan dinilai lambat. Beda sekali dengan upaya mereka menekan angka kasus covid-19 yang dinilai salah satu terbaik di dunia.

Menurut laporan South China Morning Post, per Senin 17 Mei 2021, vaksinasi covid-19 di Taiwan baru dilakukan terhadap 194.678 orang. Vaksinasi covid-19 di negara ini masih terfokus pada lansia dan tenaga kesehatan.
"Taiwan sangat berhasil mengendalikan wabah, sehingga banyak orang yang merasa tak butuh vaksinasi," kata Lee Bing-ying, dokter anak di Pediatric Infectious Diseases Society of Taiwan.
Baca juga: Cegah Hoaks, Dapatkan Info Covid-19 di 7 Akun Resmi Media Sosial Ini
Sementara itu, Taipei kini digambarkan sebagai 'kota hantu' karena penduduknya memilih me-lockdown sendiri wilayahnya karena alasan keamanan dan menekan persebaran virus corona.
Foto-foto Taipei menunjukkan lingkungan yang biasanya ramai mendadak kosong, wilayah itu antara lain di Distrik Xinyi, Ximending, Tamsui Old Stree, dan Dermaga Da Daocheng. Kereta bawah tanah juga relatif kosong.
Lebih lanjut, pemilik akun Twitter @qronoz menceritakan bahwa beberapa teman diasporanya yang menetap di Taipei memang memutuskan di rumah saja selama persebaran virus corona meningkat belakangan ini.
"Diceritain sama teman diaspora Indonesia di Taipei bahwa di sana karena ada kenaikan kasus covid-19. Kantor-kantor pada ambil kebijakan WFH, sekolah online lagi, lokasi publik pada sepi, padahal dari pemerintahnya baru level imbauan dan belum sampai keputusan lockdown," ungkap @qronoz.
Baca juga: Surat Bebas Covid-19 Jadi Syarat Perjalanan Pasca-Larangan Mudik
Dijelaskan juga bahwa ada peta yang dibagikan ke publik tentang histori pergerakan orang yang positif covid-19 agar dihindari 2 pekan ke depan. Pemerintah Taiwan pun tegas dalam urusan aturan hukum.

Ya, dikatakan di sana bahwa mereka yang tak pakai masker akan disanksi. Ketularan tapi tidak melaporkan pun ada sanksinya yang kalau dirupiahin mencapai Rp1,5 miliar.
"Menariknya (menurut teman saya) di sana orang-orangnya agak konservatif seputar vaksin," kata si netizen.
Baca juga: BPOM Cabut Rekomendasi LQC Donasi sebagai Produk Penanganan Covid-19
"Jadi di Taiwan bisa menekan penularan covid-19 ya karena disiplin. Program vaksin gratisnya pun masih terbatas di lansia dan tenaga kesehatan. Kalau orang biasa mau divaksin, mesti bayar sekira Rp300 ribuan. Ya, beda negara beda strategi (dan tingkat kedisiplinannya) yes," tambahnya.
Di akun Instagram Presiden Taiwan @tsai_ingwen pun bisa dilihat bersama bagaimana kondisi Taiwan saat ini. Benar-benar kosong, meski masih terlihat satu atau dua orang di jalan, tapi masih bisa dihitung jari.
(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.