Menurut para peneliti, plasenta mengatur hormon dan sistem kekebalan tubuh, dan memberitahu tubuh ibu untuk menyambut dan mengasuh janin daripada menolaknya sebagai penyusup asing.
"Internet telah memperkuat kekhawatiran bahwa vaksin tersebut dapat memicu respons imunologis yang menyebabkan ibu menolak janinnya. Tapi temuan ini membuat kami percaya bahwa itu tidak terjadi," kata Goldstein.
Para ilmuwan juga mencari aliran darah yang tidak normal antara ibu dan janin serta masalah dengan aliran darah janin, keduanya telah dilaporkan pada pasien hamil yang dinyatakan positif Covid-19. "Tingkat cedera ini sama pada pasien yang divaksinasi dengan pasien kontrol", kata Goldstein.
Para ilmuwan juga memeriksa plasenta untuk histiocytic intervillositis kronis, komplikasi yang dapat terjadi jika plasenta terinfeksi, dalam hal ini oleh SARS-CoV-2.
Meskipun penelitian tidak menemukan kasus apa pun pada pasien yang divaksinasi, ini adalah kondisi yang sangat langka yang memerlukan ukuran sampel yang lebih besar yaitu 1.000 pasien untuk membedakan antara pasien yang divaksinasi dan yang tidak.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.