Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dokter Penyakit Dalam Sebut Berjemur Jam 12 Paling Bagus untuk Dapatkan Vitamin D

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Sabtu, 08 Mei 2021 |02:02 WIB
Dokter Penyakit Dalam Sebut Berjemur Jam 12 Paling Bagus untuk Dapatkan Vitamin D
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

DI masa Pandemi Covid-19 ini banyak orang tiba-tiba rajin berjemur sinar matahari. Bukan untuk membunuh virus, tapi berjemur dilakukan agar mereka mendapatkan vitamin D yang cukup.

Tapi banyak orang salah kaprah, menyebut bahwa sinar matahari pagi adalah yang terbaik untuk mendapatkan vitamin D. Kenyataannya, pukul 12.00 merupakan waktu terbaik untuk terpapar sinar matahari demi mengaktifkan vitamin D yang ada dalam tubuh sehingga tak mengalami

Dokter spesialis penyakit dalam dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) Jeffri Aloys Gunawan mengatakan, panjang gelombang sinar UV harus spesifik (UVB), biasanya 280-300 nanometer didapatkan pada siang hari jam 10.00-13.00. "Paling bagus jam 12.00 siang untuk vitamin D," ujar dia.

Sinar matahari

Jeffri pun merekomendasikan durasi selama 10-30 menit untuk menghasilkan vitamin D di dalam tubuh dan sebaiknya tak menggunakan tabir surya dengan kandungan SPF lebih dari 15. Setelah jam 13.00, panjang gelombang sinar UV sudah berisiko tinggi dan bisa mencetuskan kanker.

Selain itu, saat berjemur Anda disarankan mengenakan pakaian minim ketimbang menutupi seluruh kulit walau ini tak mudah antara lain karena berbagai alasan seperti ketakutan terutama kaum hawa pada sinar matahari, waktu hingga kekhawatiran harus menggunakan pakaian minim saat berjemur.

Baca Selengkapnya: Maksimal 30 Menit, Berjemur Sinar Matahari Paling Bagus pada Pukul 10.00-13.00

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement