Dokter memperingatkan akumulasi kurang tidur memiliki banyak dampak yang lebih berbahaya, termasuk peningkatan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
Merencanakan rutinitas tidur baru selama Ramadhan bisa membantu mengurangi risiko kurang istirahat. Dokter Ayoob mengatakan orang-orang harus menargetkan setidaknya waktu tidur selama 4 jam di malam hari, idealnya sebelum bangun untuk sahur, dan kemudian tidur beberapa jam lagi setelah Sholat Subuh sebelum menjalankan aktivitas.
Baca juga: 6 Cara Membangun Percaya Diri Anak, Dicoba Ya Bun!
Dokter Farooq juga merekomendasikan untuk tidur siang jika memungkinkan. "Tidur siang bisa menjadi cara yang fantastis untuk mengejar sedikit tidur dan membantu orang merasa lebih berenergi. Namun, penting bagi masyarakat untuk mengatur tidur siangnya dengan benar untuk mendapatkan manfaatnya."
"Saya menyarankan orang membatasi tidur siang mereka hingga 20 menit dengan menyetel alarm, karena tidur lebih lama dari ini bisa menjadi kontraproduktif dan menyebabkan perasaan lebih lelah dan pening daripada sebelumnya," ungkapnya.
Pola makan dan aktivitas fisik memberikan peran penting dalam memastikan kualitas tidur.
Baca juga: Anak Terinfeksi Covid-19, Benarkah Sembuh Lebih Cepat dari Orang Dewasa?
Kurangi konsumsi makanan berat yang kaya lemak jenuh dan karbohidrat pada periode sebelum tidur. Ini akan membantu pencernaan yang lebih baik sebelum dan selama tidur. Aktivitas fisik sedang hingga tinggi juga sangat efektif dalam memastikan kualitas tidur.
Orangtua juga harus memastikan anak-anak mereka dapat waktu tidur yang cukup. Coba batasi waktu menonton di gawai sebelum tidur agar cahaya biru tidak mengganggu tidur mereka.
(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.