Sebagaimana dikutip dari laman Science Alert, aligator memutus ekornya karena trauma yang ditimbulkan oleh agrasi territorial ataupun kanibalisme dari individu yang lebih besar. Selain itu, rusaknya ekor karena terlindas kendaraan juga pernah tercatat sebagai penyebabnya.

Tim peneliti menjelaskan jaringan ikat pada aligator akan menggantikan otot rangka untuk penyembuhan luka.
"Ekor aligator yang tumbuh kembali didukung oleh tabung tulang rawan yang tidak tersegmentasi daripada tulang. Tidak memiliki otot rangka dan memiliki jaringan ikat seperti bekas luka yang diisi dengan saraf dan pembuluh darah," ungkap Cindy Xu, ahli biologi Arizona State University (ASU).
Baca juga: Heboh Kawanan Hewan di Kebun Binatang Positif Covid-19