JIKA Anda menghindari sinar matahari, menderita alergi susu, atau mengikuti pola makan vegan yang ketat maka mungkin saja berisiko kekurangan vitamin D. Vitamin D sendiri diproduksi oleh tubuh sebagai respons terhadap kulit yang terpapar sinar matahari.
Vitamin D juga terdapat secara alami dalam beberapa makanan, termasuk beberapa ikan, minyak hati ikan, dan kuning telur, termasuk produk susu serta biji-bijian.
Baca juga: Ini 6 Makanan Sehat yang Tinggi Kandungan Vitamin D
Dikutip dari laman Webmd, Rabu (5/5/2021), vitamin D penting untuk tulang yang kuat, karena membantu tubuh menggunakan kalsium dari makanan.
Secara tradisional, kekurangan vitamin D telah dikaitkan dengan rakhitis, penyakit di mana jaringan tulang tidak termineralisasi dengan baik, yang menyebabkan tulang lunak dan kelainan bentuk tulang.
Selain itu, makin banyak penelitian yang mengungkapkan pentingnya vitamin D dalam melindungi dari sejumlah masalah kesehatan.

Gejala dan Risiko Kesehatan Kekurangan Vitamin D
Gejala nyeri tulang dan kelemahan otot bisa berarti Anda kekurangan vitamin D. Namun bagi banyak orang, gejalanya tidak terlihat jelas. Meski tanpa gejala, kekurangan vitamin D dapat menimbulkan risiko kesehatan.
Kadar vitamin D dalam darah yang rendah telah dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular, gangguan kognitif , asma parah, dan kanker.
Baca juga: Hindari Kekurangan Vitamin D, Yuk Kenali Tanda-tandanya
Penelitian menunjukkan bahwa vitamin D dapat berperan dalam pencegahan dan pengobatan sejumlah kondisi berbeda, termasuk diabetes tipe 1 dan 2, hipertensi, intoleransi glukosa, serta sklerosis ganda.
Kekurangan vitamin D dapat terjadi karena beberapa alasan. Misalnya Anda tidak mengonsumsi makanan yang kaya vitamin D. Ini mungkin terjadi jika Anda mengikuti pola makan vegan yang ketat, karena sebagian besar sumber alami vitamin D berasal dari hewani, termasuk ikan dan minyak ikan, kuning telur, susu, dan hati sapi.