Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

WHO Izinkan Penggunaan Vaksin Covid-19 Moderna untuk Darurat

Pradita Ananda , Jurnalis-Minggu, 02 Mei 2021 |14:42 WIB
WHO Izinkan Penggunaan Vaksin Covid-19 Moderna untuk Darurat
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)
A
A
A

VAKSIN Covid-19 memang sudah banyak beredar dengan berbagai macam merek dan tingkat efikasi. Meski demikian, jumlah vaksin Covid-19 in belum menutupi kebutuhan akan vaksin seluruh dunia.

Oleh karena itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) terus mendorong pembuatan vaksin Covid-19, salah satunya buatan perusahaan bioteknologi Moderna asal Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat.

Dilapor Reuters, Minggu (2/5/2021) pada Jumat 30 April lalu WHO diketahui baru saja mendaftarkan vaksin Covid-19 buatan Moderna, MRNA.O untuk penggunaan darurat (emergency use) yang kelima akan diberi status, dengan maksud untuk mempercepat persetujuan vaksinasi dengan vaksin ini di Amerika Serikat.

“Tujuannya adalah untuk membuat obat-obatan, vaksin dan diagnosa tersedia secepat mungkin untuk mengatasi keadaan darurat,” bunyi pernyataan WHO.

Mariangela Simao, asisten direktur jenderal WHO mengatakan kepemilikan pasokan vaksin Covid-19 yang lebih banyak ini jadi hal penting. Mengingat, adanya masalah pasokan vaksin lain salah satunya termasuk vaksin dari India yang mana adalah sumber utama untuk suplai vaksin di program berbagi vaksin ke negara-negara miskin dan berkembang dunia besutan aliansi GAVI dan WHO, COVAX.

Sementara itu, Moderna sendiri telah mengumumkan pada pekan ini, terkait rencana perluasan jaringan produksi vaksinnya dengan rencana meningkatkan kapasitasnya hingga 3 miliar dosis pada tahun 2022.

Sebagai informasi, Kelompok Penasihat Strategis Ahli Imunisasi (SAGE) WHO pada bulan Januari lalu telah merekomendasikan vaksin Moderna yang berjenis mRNA tersebut untuk semua kelompok orang dengan usia 18 tahun ke atas.

(Martin Bagya Kertiyasa)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement