Asep Kambali, seorang sejarawan mengungkapkan, sejak dulu mitos pesugihan babi ngepet itu munculnya di bulan Ramadhan atau Idul Fitri. Hal ini berkaitan dengan keperluan materi masyarakat yang meningkat.
"Mitos pesugihan babi ngepet itu dari dulu biasa munculnya di bulan puasa atau mendekati Idul Fitri, karena secara ekonomi masyarakat di momen ini membutuhkan uang," papar Asep belum lama ini.

Paham-paham yang menjelaskan bahwa babi ngepet adalah praktik kaya secara instan pun sudah diyakini masyarakat sejak lama. "Ya, ini kembali ke kepercayaan masyarakat saja. Untuk babi ngepet, teknik pesugihan ini dianggap berisiko sangat besar karena melibatkan nyawa," terang Asep.
Dia coba membandingkan dengan ritual ziarah ke makam keramat misalnya. Pada praktik tersebut, masyarakat mendatangi makam keramat lalu mengharapkan barokah dari makam tersebut. Di sisi lain, orang tersebut masih ada usaha untuk mendapatkan kesuksesan.