Firman pun mulai melancarkan aksinya pada pukul 12 malam. Tak hanya mengambil uang, ia juga mengambil perhiasan dan barang berharga lainnya. Setelah berhasil mendapatkan penghasilan, Firman tak langsung bebas. Ia masih harus menyepakati perjanjiannya dengan babi tersebut.
“Saya harus mendatangi ke makam tersebut. Disana saya disuruh minum darah. Saya nggak tahu itu darah apa tapi baunya luar biasa amis. Dan pada malam-malam Jumat itu saya diajak bersetubuh dengan seekor babi yang besar itu. Padahal sebelumnya nggak ada perjanjian itu,” kata Firman dengan terbata-bata.
Semua itu Firman lakukan dengan terpaksa, namun karena kondisi ekonomi yang tak kunjung membaik, tetap ia lakukan. Tetapi, semuanya berubah ketika suatu hari anaknya sedang bermain otopet.
Anaknya tertabrak oleh sebuah mobil yang sedang melintas dan tewas seketika. Namun menurut penuturan warga, anak Firman seperti bukan ditabrak namun seperti ada yang menarik.
“Saya berpikir mungkin anak saya ini dijadikan tumbal oleh siluman babi tersebut,” katanya.
Setelah kejadian itu, Firman memutuskan bertaubat dan berhenti dari ritual babi ngepet tersebut. Ia pun akhirnya bisa menjalani hidupnya dengan normal kembali.
(Dewi Kurniasari)