Mereka pun lanjut berkeliling Lawang Sewu dengan Panca yang masih merasa tidak enak dan pusing. Ketika mulai masuk melalui jalan utama, Panca melihat sesuatu yang tidak jelas yang berada di Gedung sebelah kanan mengarah ke gereja.
“Di lantai dua saya melihat orang berpakaian eropa memandang saya tajam. Dan saya tak tahu saya berada disana berapa waktu. Rasanya sangat cepat untuk 1 jam di waktu itu. Pada pandangan berikutnya dia menghilang,” ungkapnya.
Panca pun mengabaikan sosok tersebut dan lanjut ke lantai dua dimana terdapat kaca mozaik indah yang terpasang di dinding. Entah kenapa setelah melihat penampakan tersebut, Panca mulai bisa melihat lebih jelas dan napasnya mulai teratur.
Walau kepalanya masih terasa sakit. Langkah kakinya masih seperti terseret-seret dan ia merasakan ditarik kuat ke jalan keluar.
“Saya melangkah ke tangga. Seperti disambut rasanya. Saya hanya samar-samar melihat ada bayang-bayang hitam berdiri di pinggir tangga,” katanya.