KERIPIK paru di kaki Gunung Ungaran, Semarang, Jawa Tengah, menjadi jajanan favorit untuk oleh-oleh di momen Lebaran. Makanan gurih dan renyah ini pun banyak dipesan orang-orang dari berbagai daerah yang pada Lebaran ini tidak bisa mudik ke kampung halaman.
Sentra produksi keripik paru di Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, kian ramai memenuhi pesanan konsumen. Sejumlah pekerja tampak sibuk mengiris tipis paru sapi.
Baca juga: Bongko, Menu Buka Puasa Khas Kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat
Pekerjaan mengiris tipis paru sapi ini hanya bisa dilakukan oleh tangan-tangan terampil secara manual, karena menggunakan pisau berukuran besar.

Sebagian pekerja lain mencuci paru yang baru tiba untuk segera diiris dan digoreng. Semua tahapan dilakukan secara tradisional. Bahkan, tungku untuk menggoreng juga menggunakan kayu, karena dipercaya memiliki panas tinggi sehingga keripik paru berkualitas lebih renyah.
Permintaan keripik paru Lebaran kali ini cukup meningkat dibanding awal pandemi covid-19 tahun lalu. Kebanyakan keripik paru dikirim ke luar kota sebagai oleh-oleh Lebaran. Terlebih lagi banyak warga di rantau yang tidak bisa pulang kampung.
Baca juga: Lezatnya Lemang Tapai Khas Sumbar, Sajian Wajib untuk Buka Puasa
Di masa pandemi covid-19, sentra produksi keripik paru ini sempat terpuruk karena lesunya pasar. Ditambah lagi, pasokan bahan baku paru lokal juga sangat terbatas, sehingga prosuksi sangat dikurangi.
Kini dengan meningkatnya permintaan menjelang hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah, menjadi angin segar bagi pelaku usaha keripik paru untuk kembali bangkit.
(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.