Kondisi ini, ujar Menteri Bintang, memberikan gambaran kurang baik bagi para perempuan. Selain dalam rumah tangga, para perempuan harus bersiap menghadapi diskriminasi dalam dunia pekerjaan nantinya.
"Saat seorang wanita ingin mendedikasikan dirinya bagi masa depan yang penuh kemungkinan, berbagai ancaman ketidaksetaraan gender justru masih menjadi tantangan bagi mereka untuk mewujudkan mimpinya," imbuhnya.
Sementara itu, dikatakan Karin Zulkarnaen dari Allianz Life Indonesia, ketidaksetaraan gender disebabkan oleh stereotip dan bias. Hal ini diperkuat dengan kehadiran media sosial, di mana perbedaan pendapat, penampilan, kemampuan atau apapun dapat menimbulkan konflik.
"Kita harus mengubahnya. Ketika orang lain gagal melihat keindahan dalam perbedaan, kita harus semakin menjunjung tinggi nilai tersebut, dengan selalu melihat perbedaan dalam sudut pandang yang positif,” tutupnya.
(Helmi Ade Saputra)