Ia pun menuju ke mobil hendak ganti baju karena bajunya penuh dengan keringat dingin. Namun ia dikejutkan dengan suatu hal.
“Mendadak mata saya melihat kepala anak kecil menggelinding ke tengah jalan dan seorang perempuan yang seisi perutnya terburai keluar wajahnya hancur sebelah dengan rambut yang terkelupas sama kulit kepalanya, tangannya melambai-lambai ke saya seperti ingin meminta tolong,” kata Yosep
“Saya ingin memejamkan mata saya, rasanya berat sekali, lalu saya menoleh ke arah perempuan pemilik warung itu, saya lihat dia seperti sedang menangis meratapi sesuatu, wajahnya pucat pasi, sorot mata yang penuh benci, saya keluar dari mobil saya tidak peduli dengan ada apa saja di sekeliling saya, dan saya berniat mau membayar kopi yang saya pesan tadi.”
Yosep sudah merasa ada sesuatu yang tidak beres dan bergegas untuk menuju mobil. Namun entah kenapa kaki dan badan Yosep terasa berat. Ia sudah pasrah jika saat itu ajal datang menjemputnya.
Tiba-tiba Yosep dikagetkan oleh suara klakson truk yang berhenti tepat di belakang mobilnya. Tiga armada truk berjejer di belakang mobilnya dan para pengemudi truk tersebut menghampirinya dan bertanya mengapa Yosep berdiri sambil bengong di tempat tersebut. Yosep pun bercerita tentang seluruh kejadian yang dialaminya.
Ternyata daerah yang sedang dilewati Yosep tersebut merupakan daerah angker. Warung yang disinggahi Yosep tersebut rupanya sudah tidak ada dan dulunya pernah hancur tertabrak oleh truk. Keluarga beserta pemilik warung semuanya sudah meninggal dunia karena terlindas truk tersebut.
Akhirnya salah satu dari ketiga supir truk tersebut memutuskan untuk menemani Yosep menuju tempat tujuan dengan selamat.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.