Ini salah satunya, bertujuan untuk menjaga keamanan dan keselamatan orang lain saat Anda harus dikarantina. Tapi di saat yang bersamaan, ini juga untuk memberi tubuh kesempatan terbaik dalam mengembangkan respons imun yang kuat.
“Anda harus menunggu sampai sembuh dari penyakit akut ini. Anda benar-benar ingin memberi sistem kekebalan tubuh Anda sendiri kesempatan terbaik untuk merespons vaksin, ” ujar Valerie Cluzet, dokter penyakit menular dan direktur medis pengendalian infeksi dan penatalayanan antibiotik di Nuvance Health.
Senada dengan dokter Valerie, Paul Pottinger, ahli penyakit menular di Universitas Washington mengatakan, merujuk pada pedoman yang dikeluarkan oleh CDC, untuk jadwal vaksinasi dosis yang kedua memang akan terjadi perubahan jika orang yang menerima vaksin tersebut positif terinfeksi.
“CDC mengatakan bahwa selama Anda diizinkan untuk meninggalkan rumah, Anda dapat diimunisasi sesuai jadwal, atau sedekat mungkin dengan jadwal yang Anda bisa. Tetapi karena ini adalah sumber daya yang sangat berharga, CDC telah meminta kami untuk mempertimbangkan untuk menunda dosis kedua dalam waktu 30 hari sejak timbulnya gejala, karena itu memungkinkan orang lain untuk diimunisasi,” kata Paul.
Sejatinya, agar tidak terpapar Covid-19 semua orang bahkan yang sudah divaksin pun tetap harus menjalankan protokol kesehatan ketat sehari-hari. Seperti tetap disiplin menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, rajin mencuci tangan dengan air dan sabun dan menjaga jarak fisik dengan orang lain. Kecuali, orang-orang di sekitar kita semuanya sudah lengkap divaksinasi atau masuk dalam golongan orang beresiko rendah meskipun belum divaksin.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.