Sementara AstraZeneca memiliki basis teknologi viral vector, yakni menggunakan virus yang tidak berbahaya, yang disebut vektor. Fungsinya adalah untuk mengirimkan sebagian kecil materi genetik Covid-19 ke dalam sel tubuh. Materi genetik ini kemudian akan bereplikasi untuk memicu respons imun dan produksi antibodi.
Baca Juga : 5 Gaya Sepupu Raffi Ahmad, Alshad Ahmad yang Tajir Melintir Lagi Cari Istri!
Baca Juga : Wasiat Terakhir Pangeran Philip: Aku Mau Meninggal di Rumah
Merangkum dari laman Instagram resmi Kementerian Kesehatan Indonesia (Kemenkes) @kemenkes_ri, Senin (12/4/2021), perbedaan rentang waktu penyuntikkan yang dimiliki setiap vaksin merupakan proses di mana vaksin dapat membentuk antibodi maksimal dalam tubuh manusia.
Vaksin Sinovac hanya membutuhkan waktu 28 hari setelah menerima dosis pertama, sementara vaksin AstraZeneca membutuhkan waktu yang jauh lebih lama yakni hingga 12 minggu setelah menerima penyuntikkan vaksin dosis pertama.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.