Sementara itu, Pengamat Pendidikan Arief Rahman mengatakan, sekarang sudah ada beberapa sekolah yang menyelenggarakan PTM. “(Itu) akan dikendalikan juga oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes)."
"(Kemenkes) akan menetapkan berapa jumlah muridnya, lalu jam belajarnya sampai jam berapa. Jadi semua sudah ada panduannya. Nggak ada masalah,” katanya.
Pemberian lampu hijau PTM terletak pada zona daerah itu, bukan berdasarkan pada jenjang pendidikan. Artinya meski SD, kalau zonanya merah, tetap tidak diizinkan PTM.
Ada dua alasan PTM harus segera terlaksana. Pertama, kalau siswa pergi ke sekolah, secara fisik dia akan bergerak. “Akan ketemu dengan teman-temannya dia senang,” katanya.
Kedua, siswa bisa bertanya langsung kalau ada masalah kepada gurunya.
PTM memang diharapkan banyak siswa, sebab pembelajaran jarak jauh selama ini menimbulkan keterlambatan pemahaman bagi siswa. Tidak semua siswa dapat menangkap penjelasan dari guru.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.