Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mudik Lebaran Kembali Dilarang, Wajarkah Masyarakat Kecewa?

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Selasa, 06 April 2021 |22:37 WIB
Mudik Lebaran Kembali Dilarang, Wajarkah Masyarakat Kecewa?
Ilustrasi larangan mudik Lebaran. (Foto: Avirista Midaada/Okezone)
A
A
A

Lantas, bagaimana meyakinkan ayah dan membuatnya tahu bahwa kebijakannya tidak adil atau tidak dapat diterima oleh istri serta anak-anaknya?

Menurut Mei, tentu dibutuhkan kebijaksanaan sang ayah dalam menerima masukan atau keluhan istri dan anak-anaknya.

"Yang harus dipahami istri dan anaknya adalah mungkin ayah sudah memiliki pertimbangan lain atau ada hal yang istri dan anaknya enggak tahu sehingga kebijakan itu tetap dikeluarkan," papar Mei.

Nah, jika ditarik ke lingkup negara, kita sebagai masyarakat ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan tentu menginginkan keadilan bagi seluruh rakyat. Hal yang menjadi pertanyaan sekarang, bisakah itu terjadi?

Baca juga: Mudik Lebaran Dilarang, Satgas: Jaga Momentum Penurunan Kasus Covid-19 

"Rasanya enggak mungkin bisa adil untuk seluruh rakyat, tapi setidaknya minimal buat sebagian rakyat, ya," jawab Mei.

Lalu, apa yang bisa dilakukan rakyat selain menerima kebijakan tersebut?

Mei menerangkan bahwa masyarakat bisa memberikan masukan, menyampaikan hal tersebut dengan cara yang baik dan tetap memiliki harapan bahwa pemerintah dihuni orang-orang yang masih mau mendengar serta memikirkan keluhan rakyat.

"Selalu ada cara tapi tetap menyampaikannya dengan teknik yang baik ya," sambungnya.

Namun jika saran tersebut tidak juga dikabulkan karena suatu dan lain hal, maka apa yang bisa dilakukan selain menerima?

Baca juga: Sandiaga Uno Sepakat Larangan Mudik Lebaran, Berikut Solusinya Bagi Pelaku Usaha Parekraf 

Menurut Mei, dikarenakan kita berada di suatu negara yang pada akhirnya pimpinan yang akan bertanggung jawab pada semua kebijakan dan pertanggungjawabannya langsung ke Tuhan Yang Maha Esa, maka fokus saja pada apa yang bisa kita lakukan.

"Ya, minimal kita sudah berusaha. Jadi, kita tetap fokus saja dengan hidup dan keluarga kita, baru merambah ke lingkungan sekitar," imbaunya.

"Masyarakat seperti kita hanya bisa berusaha, berharap, dan berdoa agar orang-orang yang ada di pemerintahan diberikan kesehatan dan hati yang luas untuk memberikan keadilan bagi kita rakyatnya. Toh doa yang baik akan kembali ke diri kita sendiri, bukan?" pungkasnya.

(Hantoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement