Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Destinasi Internasional dan Domestik Paling Banyak Dicari Turis Selama Maret 2021

Antara , Jurnalis-Minggu, 04 April 2021 |18:15 WIB
Destinasi Internasional dan Domestik Paling Banyak Dicari Turis Selama Maret 2021
Ilustrasi traveler (Antara/Pexel)
A
A
A

KEYAKINAN dalam pelaksanaan vaksinasi, diskusi seputar paspor COVID-19 dan pengumuman alternative state quarantine (karantina di hotel yang sudah diakreditasi pemerintah dengan biaya sendiri) telah memicu peningkatan pencarian perjalanan internasional.

Data pencarian di platform perjalanan digital, Agoda, menyoroti perkembangan baru dalam pemulihan dan optimisme yang tumbuh di tengah wisatawan Asia bahwa perjalanan internasional mulai pulih, di mana dengan Australia, Korea Selatan, Jepang dan Indonesia menunjukkan peningkatan jumlah destinasi internasional dalam 30 pencarian teratas selama Maret 2021, dibandingkan Desember 2020.

Baca juga: China Luncurkan Kartu Kesehatan Internasional, Bisa Dipakai Traveling

Wisatawan dari negara-negara ini mengikuti optimisme pulihnya perjalanan internasional dari turis China, Taiwan, dan Singapura.

Hanya Malaysia, Filipina dan Thailand yang tidak menunjukkan adanya pencarian destinasi internasional dalam 30 pencarian teratas, baik pada Desember 2020, maupun Maret 2021.

 

Thailand dan Filipina seringkali muncul sebagai destinasi tujuan, dan Bangkok berada di urutan keenam dalam daftar 30 pencarian teratas di 11 negara asal.

Dari 30 pencarian destinasi teratas oleh wisatawan Indonesia pada Maret 2021 mencatatkan satu destinasi internasional, dibandingkan 0 pada Desember 2020.

Baca juga: Bangkitkan Pariwisata Belitung Melalui Vaksinasi Covid-19 dan Prokes

Tempat yang masuk dalam pencarian destinasi internasional teratas adalah Genting Highlands, sementara tempat yang masuk pencarian destinasi domestik teratas adalah Bandung, Jakarta, Bali, Yogyakarta, Puncak.

Bersamaan dengan pencarian ini, data Agoda menunjukkan bahwa pola pemesanan mulai bergerak menuju normal dan kembali ke tren pra COVID-19. Terutama karena indikasi perilaku seperti lead time dan harga sempat anjlok drastis selama musim semi dan musim panas, namun kali ini mengalami penurunan yang tidak terlalu tajam.

“Tentu saja ada alasan bagi industri perjalanan di Asia untuk mulai merasa lebih optimis, dan vaksin adalah hal yang sangat penting untuk pemulihan sepenuhnya. Selain itu, inisiatif program subsidi pemerintah seperti TTgother di Thailand atau GoTo Japan telah berhasil memanfaatkan permintaan perjalanan dan mendukung penyedia akomodasi domestik. Data pencarian Agoda menunjukkan bahwa wisatawan menantikan kembalinya perjalanan internasional dengan dukungan pelaksanaan vaksinasi. Namun, ada hal-hal lain yang harus dilakukan,” kata John Brown, CEO Agoda dalam keterangan tertulis, Minggu (4/4/2021).

Menurutnya, pelaksanaan vaksin di Asia sedang dimulai, tetapi kecepatan di seluruh wilayah bervariasi. Beberapa negara seperti Singapura akan divaksinasi penuh tahun ini, sementara negara-negara lain seperti Jepang, Thailand dan Vietnam baru mendapat vaksin total hingga tahun 2022.

 ilustrasi

Ini berarti, ekonomi yang sangat bergantung pada pariwisata perlu mempertimbangkan cara untuk mempercepat pemulihan kembali ke kondisi normal. Pemerintah perlu berinovasi bagaimana pendekatan yang dilakukan terhadap pembukaan kembali perbatasan negara, menyeimbangkan kebutuhan nyata akan keselamatan warga mereka, juga pengunjung, dengan realitas ekonomi.

“Di masa mendatang, karantina tetap menjadi penghalang bagi perjalanan internasional, sehingga opsi Alternative State Quarantine seperti yang diluncurkan di Thailand dan Hong Kong, mungkin menjadi solusi yang masuk akal sejalan dengan program vaksin. Mitra teknologi korporasi dapat bergerak cepat, dan akan mendukung pemerintah untuk mengelola variabel kompleks yang dihadapi negara-negara," tambahnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement