“Sesuai konsep sustainable, peserta MUFFEST kali ini tidak harus membuat koleksi baru, namun bisa memanfaatkan koleksi lama dengan syarat disesuaikan perkembangan tren terbaru supaya diterima oleh pasar secara luas,” imbuhnya.
Kehadiran MUFFEST di Surabaya disambut dengan antusiasme para pelaku industri fesyen muslim yang berbasis di Jawa Timur dan sekitarnya. Melalui pameran dan fashion show di MUFFEST, para pelaku kreatif dan usaha berharap dapat menggenjot kembali pasar busana muslim di Tanah Air, terlebih lagi saat jelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri seperti saat ini.
Desainer nasional Hannie Hananto pun berharap dengan terselenggaranya MUFFEST di masa pandemi dapat mengangkat kembali sektor usaha fesyen muslim di daerah untuk memulihkan industri domestik fesyen Muslim.
“Masyarakat tetap butuh dan membeli baju untuk Ramadan dan Lebaran, jadi masih ada kesempatan buat kita, para desainer dan brand fesyen muslim. Kita harus semangat untuk tetap membuat koleksi baru. Sangat penting kita mengikuti event seperti MUFFEST, kita tidak bisa ikut event sekali saja, tapi harus berkelanjutan, konsisten berulang kali sampai pangsa pasar yang dituju aware terhadap brand atau produk kita,” pungkasnya.
Setelah Surabaya, selanjutnya, MUFFEST akan diselenggarakan di tiga kota lainnya. Jakarta, Bandung dan Bekasi.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.