Jadwal tidur yang konsisten juga membuat jadwal biologis seorang wanita konsisten. Tetapi ketika jadwal tidur tidak teratur, sekresi hormon tidak sekonsisten dan teratur seperti biasanya, yang pada gilirannya memengaruhi sekresi hormon reproduksi.
Obgyn dari Keck Medicine of USC, Evelyn Mitchell MD, memaparkan jika tubuh tidak melepaskan hormon yang berhubungan dengan menstruasi maka bisa mengalami menstruasi yang telat atau terlewat. Selain itu, kurang tidur dapat menyebabkan stres yang menyebabkan peningkatan kortisol dan memengaruhi waktu menstruasi.

2. Menyusui
Jika wanita menyusui bayi secara eksklusif, biasanya mengalami amenore atau tidak ada menstruasi. Obgyn Lead di Memorial Care Orange Coast Medical Center di Fountain Valley California, G Thomas Ruiz MD, mengatakan konidisi ini karena menyusui dikaitkan dengan tingginya tingkat hormon prolaktin.
Kadar prolaktin yang meningkat menekan sekresi dua hormon yang penting untuk siklus menstruasi dan ovulasi, hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon luteinizing (LH). Beberapa orang tidak menstruasi lagi sampai mereka benar-benar berhenti menyusui.