Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Fakta Menarik Kue Lupis, Jajanan Pasar yang Manis dan Legit

Wilda Fajriah , Jurnalis-Rabu, 24 Maret 2021 |03:13 WIB
5 Fakta Menarik Kue Lupis, Jajanan Pasar yang Manis dan Legit
Kue lupis. (Foto: Instagram @verajj)
A
A
A

KUE lupis identik dengan taburan kelapa dan gula jawa-nya yang cair. Cocok banget buat Anda yang menyukai citarasa manis. Kue lupis sangat mudah ditemui ketika bulan Ramadhan, terutama saat sore hari menjelang buka puasa.

Biasanya kue lupis berwarna putih kehijauan. Tapi, ada juga yang seluruhnya berwarna hijau karena menggunakan campuran daun pandan.

Mengutip dari berbagai sumber, Rabu (24/3/2021), berikut lima fakta terkait kue lupis, jajanan pasar yang manis dan legit.

Baca juga: Enggak Kalah Enak dari Klepon, Ini Resep Kue Lupis 

1. Sejarah kue lupis

Konon katanya, kue lupis sudah ada sejak zaman Belanda. Kue ini juga diklaim menjadi penganan asal beberapa daerah, seperti Jakarta, Lumajang, dan Pulau Jawa lainnya. Masyarakat Jawa kompak mengenalnya dengan sebutan lupis.

Hingga kini lupis masih bertahan eksistensinya bersama kue basah tradisional lainnya. Biasanya kue lupis dijajakan di pasar-pasar pada pagi hari bersama dengan klepon, cenil, gemblong maupun lontong. Berkat kandungan karbohidratnya yang tinggi, kue lupis cocok untuk sarapan.

Kue lupis. (Foto: Instagram @isty_saricakes)

2. Filosofi di balik nikmatnya kue lupis

Ternyata bukan hanya nikmat saat disantap bersama siraman gula merah, kue lupis juga memiliki banyak filosofi di balik pembuatannya yang terbilang cukup mudah.

Bagi masyarakat Jawa, kue lupis khas Jawa yang berbahan dasar ketan dan lengket jika sudah matang di balik bungkus pisang ini memiliki arti rasa eratnya persaudaraan.

Sama seperti sifat lengket beras ketan jika sudah matang, hal ini juga diharapkan masyarakat agar rasa persaudaraan tercipta dengan tulus dan saling peduli satu sama lain.

Baca juga: Fakta-Fakta Kue Beras, Rendah Kalori tapi Miliki Efek Samping 

3. Inovasi kue lupis

Bukan hanya bentuknya yang bisa berbeda, seiring perkembangan zaman dan untuk menarik perhatian masyarakat, kue lupis kini juga bisa disajikan bersama parutan keju sebagai pengganti parutan kelapa.

Selain keju, ada juga topping biskuit dan siraman susu kental manis. Varian satu ini pasti digemari oleh anak kecil. Ada juga penjual yang menawarkannya dengan taburan bubuk susu.

4. Mirip kue lemang khas Kalimantan

Awalnya kue lupis berbentuk segitiga dan dibungkus daun pisang. Tapi seiring waktu, dan daun pisang mulai sulit ditemukan di kota-kota besar seperti Jakarta, kue lupis kini dibungkus plastik putih dan memiliki bentuk memanjang seperti lontong.

Selain itu, kue berbahan dasar ketan dengan bentuk memanjang yang jika dipotong-potong akan tampak bulat ini juga mirip dengan salah satu kudapan asal Kalimantan bernama lemang. Hanya saja kue lamang tidak disajikan bersama siraman gula merah dan parutan kelapa.

Baca juga: Bikin Kue Tanpa Telur, Ini Bahan Alternatif Penggantinya 

5. Cara membuat kue lupis

Bahan utama membuat kue lupis adalah beras ketan. Ada juga gula Jawa dan kelapa parut untuk penyajiannya. Daun pisang juga harus disiapkan untuk membungkus lupis. Jika tidak ada, Anda bisa menggunakan plastik.

Pertama-tama rendam beras ketan selama 1 hari. Kemudian tiriskan, lalu campur dengan air kapur sirih dan garam. Jika sudah diaduk sampai rata kemudian bungkus sesuai selera. Rebus kue lupis dalam air mendidih selama 1 jam sampai mengeras mirip dengan lontong. Lalu sajikan dengan parutan kelapa dan saus gula merah.

(Hantoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement