Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sadis! 6 Singa Mati Diracun lalu Dimutilasi

Suci Wulandari Putri , Jurnalis-Senin, 22 Maret 2021 |17:00 WIB
Sadis! 6 Singa Mati Diracun lalu Dimutilasi
Ilustrasi. (Foto: Freepik)
A
A
A

KABAR buruk beberapa waktu yang lalu datang dari Uganda, 6 singa ditemukan mati di Taman Nasional Ratu Elizabeth. Mirisnya, singa-singa itu dicurigai mati, karena diracuni oleh orang yang tidak dikenal.

Saat ditemukan, 6 singat tersebut ditemukan mati dan sudah menjadi bangkai. Sebagian besar tubuh mereka telah hilang alias dimutilasi.

Di sekeliling bangkai singa, juga terdapat burung nasar yang ikut mati. Matinya burung nasar di sekeliling singa, dicurigai bahwa singa telah diracuni, dan burung nasar ikut mati karena memakan bangkai singa yang beracun.

singa

(Foto: Ilustrasi)

Baca Juga: Gaya Pramugari Michel Gloria Pakai Hot Pants Seksi, Aduh Imutnya!

Uganda Wildlife Authority (UWA) mengutuk kejadian ini dan berusaha meyakinkan ke publik bahwa satwa-satwa yang ada di Taman Nasional Ratu Elizabeth ini masih aman.

Untuk menguak kasus ini, tim penyelidik khusus bekerjasama dengan polisi, berusaha mengetahui apa yang terjadi pada hewan-hewan yang mati tersebut.

Dikutip dari Independent, perburuan diduga meningkat di Uganda sejak pandemi Covid-19, dimulai pada Maret 2020. Sebelumnya kejadian ini juga pernah terjadi, seekor singa dilaporkan ditemukan dengan bagian tubuh yang hilang di Taman Nasional Ratu Elizabeth pada bulan Mei yang lalu

Wakil Direktur Operasi Lapangan UWA Charles Tumwesigye mengatakan, tercatat 367 insiden perburuan liar di taman nasional antara Februari dan Mei 2020. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dari insiden yang sama terjadi pada 2019.

UWA menambahkan, perburuanliar ini berpengaruh pada sektor pariwisata Uganda. Pasalnya sektor pariwisata di sana menyumbang hampir 10 persen dari PDB Uganda dan 23 persen dari total ekspor luar negeri.

“Pendapatan dari pariwisata memainkan peran penting dalam meningkatkan mata pencaharian masyarakat di sekitar taman nasional” kata UWA.

Melihat insiden ini yang pernah terulang sebelumnya, para ahli percaya bahwa kejadian ini didukung karena aktivitas anti-perburuan yang telah berkurang sejak pandemi karena sektor wisata ditutup.

Di samping itu, penduduk juga berjuang dalam memerangi pendapatan yang berkurang, sehingga mau tidak mau harus berjuang memberi makan keluarga dengan jalan memasang perangkap karena sudah putus asa.

(Dewi Kurniasari)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement