Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wisata Outdoor Paling Aman di Masa Pandemi, Berikut Penjelasannya

Antara , Jurnalis-Minggu, 21 Maret 2021 |11:03 WIB
Wisata <i>Outdoor</i> Paling Aman di Masa Pandemi, Berikut Penjelasannya
Wisata outdoor dinilai paling aman selama pandemi Covid-19 (Foto: Instagram/@putrypoyz)
A
A
A

ANGGOTA Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan Covid-19, Syamsul Arifin berpendapat, wisata luar ruangan atau outdoor saat ini bisa menjadi pilihan destinasi yang aman di tengah pandemi Covid-19 yang belum kunjung sirna. Wisata alam dinilai tepat untuk mengurangi risiko penularan Covid-19.

"Disarankan untuk memilih lokasi hiburan di zona hijau yang relatif lebih aman. Sangat dianjurkan juga memilih destinasi ke tempat terbuka seperti pantai atau wisata pegunungan hingga bermacam tempat rekreasi keluarga di alam terbuka lainnya," kata dia.

Ia menjelaskan, tempat terbuka memiliki risiko penularan virus corona lebih rendah ketimbang tempat tertutup. Sebab, ruangan tertutup tidak masuk cahaya matahari dan sirkulasi udara tidak sebagus di tempat terbuka.

Baca juga: Sandiaga Uno Tambah Dana Hibah Pariwisata Tahun Ini Jadi Rp3,7 Triliun

"Tempat terbuka menjadi pilihan yang aman untuk wisata mengingat Covid-19 terutama menyebar dari orang ke orang yang saling kontak dekat, dalam jarak sekitar dua meter," terangnya.

Wisata Outdoor

(Foto: Instagram/@ichaa0400)

Virus lanjut Syamsul, menyebar melalui tetesan pernapasan yang dilepaskan ke udara saat berbicara, batuk, berbicara, bernapas, atau bersin.

Dalam beberapa situasi, terutama di ruang tertutup dengan ventilasi yang buruk, Covid-19 dapat menyebar ketika seseorang terpapar tetesan kecil atau aerosol yang tetap di udara selama beberapa menit hingga berjam-jam.

"Saat kita berada di luar, udara segar terus bergerak sehingga cenderung tidak cukup menghirup tetesan pernapasan yang mengandung virus yang menyebabkan Covid-19," ucap Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran ULM itu.

Menurut dia, berada di luar juga menawarkan manfaat guna membuat dorongan emosional lebih stabil karena dapat membantu agar tidak merasa terlalu tegang, stres, marah atau tertekan. Bahkan, dengan berada di luar terutama pagi, sinar matahari dapat dimanfaatkan tubuh untuk sintesa vitamin D.

Kendati begitu, hal lain yang harus menjadi perhatian sebelum berwisata, antara lain kondisi badan sehat, mengutamakan penggunaan transportasi pribadi, membawa peralatan pribadi, dan tetap menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

Baca juga: Mitos Air Terjun Pengantin Selalu Buat Traveler Penasaran

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mulai menggencarkan program CHSE (Cleanliness, Health, Safety dan Environment Sustainability) agar pariwisata dan ekonomi dapat bangkit dan bertahan di masa pandemi.

Syamsul mengakui, kebijakan tersebut semakin memperkuat keinginan masyarakat untuk berwisata karena meningkatkan keyakinan masyarakat bahwa tempat wisata yang dituju telah aman.

"Meski pihak pengelola telah mempersiapkan penerapan protokol kesehatan, masyarakat juga harus bisa memilih destinasi wisata yang aman dari penyebaran Covid-19, makanya saran saya paling aman di outdoor," ujar Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya itu.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement