TERLALU banyak mengonsumsi garam ternyata memberikan dampak negatif terhadap tubuh. Sebab, garam mengandung beberapa zat yang kurang baik untuk kesehatan. Maka itu, harus segera mengurangi konsumsi garam.
Berdasarkan hasil studi dari Universitas Harvard, mengonsumsi terlalu banyak garam bisa menimbulkan berbagai risiko kesehatan, salah satunya tekanan darah tinggi. Jadi ada baiknya selalu memerhatikan asupan garam serta mengurangi jumlahnya. Demikian dikutip dari laman The List.
Baca juga: Zaman Sudah Maju, Anak-Anak Indonesia Masih Ada yang Kekurangan Yodium
Langsung saja, berikut ini beberapa hal manfaat yang akan timbul pada tubuh jika mengurangi asupan garam, sebagaimana dilansir laman The Healthy.
1. Mengurangi risiko dehidrasi
Mengurangi konsumsi garam bisa menjaga kadar cairan dalam tubuh lebih seimbang, sehingga menekan risiko dehidrasi akibat sering buang air kecil.
"Makan lebih banyak natrium (garam) saja tidak menyebabkan Anda buang air kecil lebih banyak, tetapi dapat meningkatkan rasa haus dan membuat minum lebih banyak. Anda akan cenderung mengeluarkan lebih banyak air seni," kata ahli diet Palinski-Wade.
"Diet tinggi natrium tanpa asupan cairan tambahan dapat memaksa tubuh menarik air dari sel lain yang dapat meningkatkan risiko dehidrasi," jelasnya.

2. Tekanan darah lebih rendah
Garam merupakan elemen penting yang mengatur kadar cairan dalam tubuh. Namun, salah satu efek negatif dari terlalu banyak garam yaitu tekanan darah tinggi.
"Studi dan bukti substansial telah menghubungkan asupan natrium dengan hipertensi," jelas Amin Yehya MD, ahli jantung tingkat lanjut di Piedmont Heart Institute sekaligus penulis dan editor buku 'Heart Failure: What a Non-Heart Failure Specialist Needs to Know'.
Terlalu banyak garam dapur menyebabkan tubuh menahan air untuk menyeimbangkannya, sehingga meningkatkan volume darah dan tekanan pada sistem peredaran darah.
Baca juga: Yuk Ikuti Sehat ala Jepang, Ganti Garam dengan Umami
3. Mengurangi risiko serangan jantung dan stroke
Tekanan darah tinggi merupakan penyebab utama penyakit kardiovaskular. Menurunkan tekanan darah dengan mengurangi asupan garam dapur juga dapat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.
"Di seluruh dunia, 54 persen stroke dan 47 persen penyakit jantung dikaitkan dengan hipertensi," kata dr Amin Yehya MD.
"Kelebihan natrium memiliki efek yang tidak bergantung pada tekanan darah yang mendorong hipertrofi ventrikel kiri (masalah pemompaan ruang utama jantung) serta fibrosis (penebalan dan jaringan parut) di jantung dan arteri," lanjutnya.
Meskipun ada beberapa perdebatan antara konsumsi garam dengan kesehatan jantung, American Heart Association mendukung pada pengurangan konsumsi garam.
4. Mengurasi risiko kanker perut
Menurut American Cancer Society, bakteri usus tertentu yang dianggap sebagai penyebab kanker perut banyak ditemukan pada makanan tinggi garam.
"Asupan natrium yang meningkat dikaitkan dengan kanker lambung," kata dr Amin Yehya MD. Meskipun penelitian mengonfirmasi hal ini, alasan pasti untuk hal tersebut tidak diketahui.
Baca juga: 5 Cara Obati Sakit Gigi di Rumah, Yuk Dicoba!
5. Akan menemukan rasa lain
Ada begitu banyak bumbu dan rempah-rempah lezat, banyak menawarkan manfaat kesehatan yang dapat membuat makanan menjadi lebih enak.
Bereksperimenlah dengan menambahkan kayu manis, bawang putih, bubuk cabai, dan bahkan pala untuk memberi rasa pada makanan Anda dengan cara yang berbeda tanpa menggunakan garam.
(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.