Pemerintah Indonesia belum lama ini mendatangkan 1,1 juta dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca bahan jadi. Kesemuanya itu kini sudah disimpan di gudang penyimpanan vaksin di PT Bio Farma di Bandung, Jawa Barat.
Menjadi pertanyaan sekarang, apakah vaksin AstraZeneca ini boleh diberikan untuk lansia? Apakah pemberian vaksin buatan Inggris ini aman untuk usia di atas 60 tahun?

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Penny K. Lukito menegaskan bahwa vaksin AstraZeneca boleh diberikan kepada lansia berusia 60 tahun ke atas.
"Vaksin AstraZeneca boleh diberikan ke lansia karena uji klinis vaksin ini dilakukan pada usia 18 tahun ke atas dan dinyatakan aman dengan efek samping cenderung ringan hingga sedang," kata Penny dalam konfrensi pers daring, Selasa (9/3/2021).
Terkait dengan jarak waktu pemberian vaksin AstraZeneca pada lansia, Penny tidak menerangkan secara detail kapannya dan apakah berbeda dengan pemberian dosis pada kelompok usia 18 hingga 60 tahun.
"Namun, dapat dikatakan bahwa pemberian vaksin AstraZeneca itu sebanyak dua dosis dengan jarak waktu dari dosis pertama ke dosis kedua selama 4 hingga 12 minggu," kata Penny.
Vaksin AstraZeneca diklaim mampu merangsang pembentukan antibodi dalam tubuh manusia usia 18 hingga 60 tahun sebanyak 32 kali. Sedangkan, ketika vaksin ini disuntikkan ke tubuh lansia, di atas 65 tahun, antibodi terbentuk sebanyak 21 kali.
Soal efek samping, Penny menegaskan bahwa kejadian ikut pasca imunisasi (KIPI) vaksin AstraZeneca cenderung ringan hingga sedang. Beberapa efek samping yang dilaporkan antara lain, reaksi lokal seperti nyeri pada saat ditekan, nyeri, kemerahan, gatal dan pembengkakan. Kemudian muncul juga reaksi sistemik ringan seperti kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, meriang, nyeri sendi, mual, demam, dan muntah.
(Dyah Ratna Meta Novia)