Setahun sudah Indonesia diserang pandemi Covid-19. Per 2 Maret 2021, kasus terkonfirmasi positif sudah di angka 1.347.026, dengan total kasus sembuh 1.160.863 dan meninggal dunia 36.518 jiwa.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan bahwa sudah melewati setahun pandemi Covid-19, banyak warga yang mulai jenuh dan frustasi. Salah satu penyebabnya adalah proses isolasi yang panjang.
Meski begitu, Wamenkes Dante berharap agar masyarakat menyikapi pandemi ini dengan kesadaran dan kebersamaan. "Sebab proses kebersamaan ini akan menentukan kita akan keluar dari proses pandemi yang sedang berjalan. Kita tidak pernah tahu kapan pandemi ini selesai atau mungkin tidak akan pernah selesai," ucap Wamenkes Dante, belum lama ini.

Psikolog Klinis Meity Arianty punya pandangan sendiri mengenai setahun pandemi. Namun, dia juga tak menyangkal bahwa begitu banyak orang yang dominan mengeluarkan energi negatif dibanding positif.
"Itu pilihan, Anda mau menjalani kehidupan di masa pandemi ini dengan terus kesal, marah, atau mengutuk dan mencaci semua orang karena situasi yang tak pasti atau Anda memilih untuk mencari hal yang bisa disyukuri dari pandemi ini," ungkapnya pada MNC Portal, Rabu (3/3/2021).
Mei mengajak masyarakat untuk melihat lebih jauh dampak pandemi selain banyak duka, kesedihan, kehilangan, kepedihan dan bencana. Ya, mungkin setahun ini adalah moment yang dapat mengajarkan kita banyak hal.
Berikut ini beberapa poin yang dicatat Mei sebagai bahan bersyukur kita semua yang sudah menjalani pandemi setahun ini:
1. Belajar mengontrol diri

Karena pandemi, kita belajar bagaimana mengontrol diri kita agar tidak keluar rumah.
Baca Juga : Ajak Ngebor, Maria Vania Bikin Netizen Kegerahan Jadi Tukang Bangunan Seksi
Baca Juga : 5 Potret Vanessa Angel Berbikini, Seksinya Bikin Pelakor Mundur Teratur!
2. Belajar empati
Kita belajar empati dengan menjaga diri jika tidak penting maka gak keluar rumah dan tetap menjaga protokol kesehatan. Artinya, kita menjaga diri, keluarga dan orang lain.
"Perilaku ini menandakan Anda tidak egois, tidak memikirkan diri sendiri," kata Mei.
3. Belajar hal baru
Karena pandemi Covid-19, kita jadi belajar teknologi yang sebelumnya mungkin tidak pernah atau jarang digunakan. Jadi, kita menambah pengetahuan.
4. Belajar meluangkan waktu

Pada sebagian orang ada yang sebelumnya kurang waktu bersama keluarga. Nah, karena pandemi sekarang lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga.
5. Memperkuat hubungan dengan keluarga
Pandemi ini menurut Mei adalah ajang mengenal lebih dalam keluarga. Enggak bisa dipungkiri, dulu karena kesibukan masing-masing orangtua kurang mengenal anaknya, pun sebaliknya.
"Sehingga saat semua harus lebih banyak di rumah, jadi saling mengenal karakter dan hal-hal yang sebelumnya tidak atau belum diketahui. Jangankan pasangan atau anak-anak, diri kita sendiri kadang kita enggak kenal jika kita tidak meluangkan waktu untuk mengenal lebih dalam," papar Mei.