"Laporan baru ini menguraikan skala masalah, tetapi juga menawarkan solusi dalam bentuk intervensi berbasis bukti yang kami dorong untuk semua negara untuk mengintegrasikan ke dalam sistem kesehatan mereka sebagai bagian dari perjalanan mereka menuju cakupan kesehatan universal," tambah Tedros.
Baca Juga : 5 Potret Vanessa Angel Berbikini, Seksinya Bikin Pelakor Mundur Teratur!
Baca Juga : Ajak Ngebor, Maria Vania Bikin Netizen Kegerahan Jadi Tukang Bangunan Seksi
Dalam laporan WHO itu, terdapat catatan penting yang mesti diperhatikan yaitu upaya untuk mencegah dan mengatasi gangguan pendengaran dengan berinvestasi dan memperluas akses ke layanan perawtaan telinga dan pendengaran.
Investasi dalam hal perawatan dan pendengaran itu terbukti menghemat biaya penanganan. WHO menghitung bahwa pemerintah dapat mengharapkan pengembalian hampir 16 USD atau sekitar Rp229 ribu untuk setiap 1 USD atau Rp14 ribuan yang diinvestasikan.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.