Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cerita di Balik Jembatan Setan, Terilhami dari Bisikan Iblis

Fatha Annisa , Jurnalis-Senin, 01 Maret 2021 |04:31 WIB
Cerita di Balik Jembatan Setan, Terilhami dari Bisikan Iblis
Jembatan Setan di Berlin. (Foto: Instagram orhankilic07)
A
A
A

TAMAN Kromlau atau Taman Kromlauer adalah taman rhododendron terbesar di Jerman. Tapi, siapa sangka di taman yang tampilannya begitu menawan ini terdapat sebuah jembatan dengan julukan Jembatan Setan?

Tepatnya terletak di dekat perbatasan Jerman dan Polandia, Jembatan Setan adalah salah satu jembatan paling menakjubkan di Eropa. Jembatan yang juga disebut Rakotzbrucke ini berbentuk setengah lingkaran yang hampir sempurna. Ketika cuaca cerah, bayangannya akan memantul pada sungai di bawah jembatan dan menciptakan lingkaran batu yang indah.

 jembatan

(Foto: Instagram jacob)

Dengan menara basal yang elegan, Rakotzbrucke terlihat seperti bangunan yang ada pada legenda-legenda abad pertengahan. Jembatan ini dibangun pada 1860 oleh Friedrich Hermann Rotschke. Batu yang digunakan untuk lengkungan tipisnya bersumber dari tambang lokal dan asing.

Penampilannya yang unik sekaligus cantik justru membuat bangunan ini dijuluki Jembatan Setan. Menurut legenda yang tersebar di kalangan warga lokal maupun wisatawan, orang yang membangun Rakotzbrucke berkonsultasi dengan iblis saat mendesainnya.

Legenda tersebut dianggap masuk akal karena teknik pembentukan Rakotzbrucke menentang gravitasi. Bahkan santer beredar kabar bahwa ketika jembatan itu dibangun, pembangun terpaksa berjalan di atasnya, dan dengan melakukan itu, dia telah menjual jiwanya kepada iblis. Pembangun membayar harga tinggi untuk desain sebuah jembatan yang luar biasa.

Jembatan ini menjadi primadona di Taman Kromlau. Wisatawan maupun fotografer berdatangan untuk mengabadikan keindahan bangunan tersebut dan mengaguminya sejenak. Sayangnya tidak ada yang boleh menyebrangi Rakotzbrucke. Alasannya bukan karena legenda yang ada, namun pihak taman ingin menjaga jembatan dalam kondisi yang baik. Jika ratusan pelancong melintasi jembatan itu setiap harinya, tentu perawatan yang dibutuhkan juga menjadi berkali lipat lebih banyak.

Waktu yang direkomendasikan untuk berkunjung adalah saat hari cerah agar dapat menyaksikan lingkaran sempurna dari jembatan dan pantulannya di air di bawahnya. Selain itu, berkunjunglah di musim semi, saat si cantik rhododendron tengah bermekaran di seluruh taman. Atau saat musim gugur saat jamur liar bertebaran di jalan setapak dan dedaunan menjadi latar belakang yang indah untuk berfoto.

(Dewi Kurniasari)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement