3. Lorong pengingat mati
Selain digunakan sebagai tempat beribadah salat, banyak pengunjung ingin merasakan rasanya bermuhasabah di ruangan perenungan yang ada di masjid ini. Ruangan perenungan itu sangat gelap dan sempit.
Pengunjung yang masuk harus menundukkan kepala sedikit karena tingginya hanya 150 sentimeter. Semakin ke dalam semakin sempit dan gelap, tidak ada cahaya yang menerangi. Lengan kanan dan kiri juga menyentuh dinding-dinding tembok.
“Suasana di sana emang bener-bener kerasa banget, gelap. Meski dateng sama banyak orang, tapi kita ngerasanya kayak lagi sendiri banget,” kata salah satu pengunjung bernama Bagas Aditiya dilansir dari channel YouTube AYO KE BANTEN.
Bagas juga mengungkapkan ruangan itu adalah tempat berzikir dan merenungi kematian. Banyak orang yang masuk ke labirin itu sampai tidak kuat dan bahkan menangis di tengah bermuhasabah atau perenungan perbuatannya di masa lalu.
“Saya buka mata kayak enggak buka mata soalnya gelap banget. Saya juga sempat merasa pengap dan merasa ini seperti suasana jika sudah di dalam kubur dan disiksa. Enggak ada sedikitpun cahaya,” ucap Bagas.
(Rizka Diputra)