DUBAI di Uni Emirat Arab diklaim akan menjadi salah kota pertama di dunia yang akan menerapkan verifikasi digital berdasarkan catatan medis wisatawan terkait COVID-19, termasuk infeksi, pengujian, dan vaksinasi.
Hal ini setelah Otoritas Kesehatan Dubai (DHA) dan perusahaan penerbangan Emirates menandatangani kemitraan penerapan sistem tersebut, pada Kamis 25 Februari 2021.
Baca juga: Wanita Hamil Hilang saat Liburan di Maladewa, Suami Tawarkan Rp1,4 Miliar bagi Penemu
Di bawah nota kesepahaman (MoU), sistem TI laboratorium yang disetujui DHA harus dikaitkan dengan sistem reservasi dan check-in Emirates, untuk memungkinkan pembagian, penyimpanan, dan verifikasi informasi kesehatan penumpang yang efisien terkait dengan infeksi COVID-19.
Pengujian dan vaksinasi harus menggunakan cara yang aman dan patuh secara hukum. Prosesnya akan segera dimulai dengan harapan proyek ini akan 'hidup' dan bermanfaat bagi para wisatawan dalam beberapa bulan mendatang.
MoU tersebut ditandatangani oleh Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum, Chairman dan Chief Executive Emirates, dan Awadh Al Ketbi, Direktur Jenderal DHA.