Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wisata Rumah Pohon Butuh Perhatian Pemerintah

Antara , Jurnalis-Senin, 15 Februari 2021 |05:01 WIB
Wisata Rumah Pohon Butuh Perhatian Pemerintah
Wisata rumah pohon di Desa Travenggeli, Donggala, Sulawesi Tengah (Antara/M Ridwan)
A
A
A

PENGELOLA wisata rumah pohon di Desa Tavanggeli, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mengharapkan dukungan pemerintah untuk mengembangkan objek wisata alam khas daerah itu.

"Kami butuh dukungan Pemerintah Kabupaten Donggala dan Pemerintah Prrovinsi Sulteng untuk pengembangan sarana dan prasarana di kawasan objek wisata ini," kata Kepala Desa Tavanggeli Nius M Yompiua di Pinembani, Donggala, Minggu (14/2/2021).

Baca juga:  Luhut Telpon Nadiem Makarim Minta Kembangkan Pesanggarahan Bung Karno di Prapat

Dia menjelaskan objek wisata alam yang dirintis pada akhir 2020 itu menggunakan dana swadaya masyarakat yang didukung pemerintah desa setempat sebagai salah satu upaya mewujudkan arah pembangunan sektor pariwisata di Kabupaten Donggala.

Sebanyak 12 rumah gubuk yang dibangun di atas batang pohon kokoh itu, kata dia, mengusung konsep kearifan lokal dengan menggunakan material yang bersumber dari alam, baik tiang, lantai, dinding maupun atap.

"Rumah pohon yang kami bangun ini merupakan representasi dari kehidupan masyarakat Tavanggeli pada 50 tahun yang lalu. Di mana orang-orang dahulu, mereka membangun rumah di atas pohon, sehingga kami 'mereview' lewat pariwisata," ujar Nius.

 

Selain menjadi objek wisata, kata dia, rumah pohon ini juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat edukasi pendidikan dalam memahami budaya masyarakat setempat sebagai salah satu kearifan lokal yang ada di Provinsi Sulteng.

Baca juga:  Fasilitas Toilet di Danau Toba Ditambah dan Dikelola Profesional

Menurut dia, kehadiran pemerintah kabupaten maupun provinsi ikut terlibat mengembangkan objek wisata ini sangat dibutuhkan, sebab masih perlu pembenahan sarana dan prasarana agar wisatawan berkunjung dapat terfasilitasi dengan baik.

"Kalau hanya mengharapkan swadaya masyarakat mungkin tidak akan cukup, maka kehadiran pemerintah sangat penting. Beberapa waktu lalu pihak Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) sudah meninjau desa ini sekaligus lokasi objek wisata tersebut," ucap Nius.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement