Kementerian Kesehatan sedang mendistribusikan 1,7 juta alat rapid antigen ke puskesmas. Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan tindakan tracing kasus Covid-19 yang dinilai masih sangat rendah.
Ya, jika dulu tracing dilakukan pada 5-8 orang yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19, kini Kemenkes menargetkan 20-30 orang. Karena itu, jangan heran juga kalau angka kasus Covid-19 nantinya melonjak tajam.

"Jadi, pada satu kasus positif Covid-19, 20-30 orang yang kontak erat akan dilacak dan dites rapid antigen di puskesmas secara gratis. Pemeriksaan ini bukan hanya sebagai skrining, tapi pemeriksaan diagnostik," papar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2ML) Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi, dalam konferensi pers, Rabu (10/2/2021).
Upaya menambah jumlah kontak erat ini sebagai cara akselerasi Kemenkes supaya mendapatkan secara dini kasus positif Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan. Kalau sudah ditemukan, isolasi mandiri pun bisa dilakukan dengan segera.