Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Indahnya Bukit Tuamese, Panoramanya Mirip Wayag Raja Ampat

Dewi Kania , Jurnalis-Kamis, 11 Februari 2021 |18:06 WIB
Indahnya Bukit Tuamese, Panoramanya Mirip Wayag Raja Ampat
Bukit Tuamese di NTT. (Foto: Kemenparekraf)
A
A
A

BUKIT Tuamese, salah satu wisata alam yang populer di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tempat ini cukup eksotis dan tak kalah dari Labuan Bajo.

Bahkan masyarakat setempat menjuluki Bukit Tuamese sebagai Raja Ampat-nya NTT. Ya, bukit yang berada di Desa Tuamese, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) ini memiliki panorama yang tak kalah dengan Wayag di Raja Ampat atau pulau Padar di Labuan Bajo.

Di puncak bukit itu siapapun bisa melihat hamparan tambak yang berubah layaknya danau. Di sisi sebelah Barat, birunya laut membentang sejauh mata memandang, dipadu dengan hijaunya vegetasi dari pohon lontar di pesisir pantai.

Untuk sampai ke puncak bukit, Anda hanya perlu mendakinya setinggi 200 meter. Namun, Anda harus berhati-hati karena jalur trekkingnya curam dan berpasir. Sebab, di lokasi tersebut belum tersedia infrastruktur tangga seperti di Pulau Padar.

Baca Juga: 4 Wisata Sungai Paling Seru Dijelajahi saat Pandemi, Pemandangannya Bikin Hati Damai

Keindahan Bukit Tuamese mulai populer di media sosial sejak dijadikan sebagai lokasi syuting film garapan sutradara dan aktor Ari Sihasale. Menggaet Pevita Pearce sebagai pemeran utama, membuat keindahan Bukit Tuamese semakin membuat orang penasaran.

Lokasi Tuamese sendiri dekat dengan Kota Atambua yang merupakan pusat kota dari Kabupaten Belu. Hanya dibutuhkan sekitar 1 jam perjalanan dari pusat kota Atambua. Jarak Tuamese juga relatif dekat dari negara tetangga Timor Leste.

Untuk menuju lokasi Tuamese, pengunjung bisa menyewa kendaraan roda empat dengan pengemudi asal Atambua, opsi itu menjadi pilihan yang tepat. Sebab dibutuhkan pengemudi berpengalaman dan paham medan agar waktu tak terbuang sia-sia lantaran salah jalan. Terlebih lokasi tersebut belum dikenali oleh aplikasi Google Maps.

Jalur yang dilalui juga terbilang mulus meski masih ditemui beberapa jalan bebatuan. Pengunjung juga akan melewati bendungan Rotiklot yang baru rampung pengerjaannya. Sesampainya di daerah Ponu SP 1, desa terakhir sebelum sampai tujuan, lalu belok ke kanan menuju Bukit Tuamese.

Ada baiknya bertanya dan menyapa warga setempat di mana letak Bukit Tuamese. Jangan kaget dengan jawabannya, sebab warga setempat banyak yang menamainya Raja Ampat.

Sepanjang perjalanan dari Atambua, pengunjung harus berhati-hati dan waspada karena masih banyak hewan peliharaan warga seperti babi, anjing, dan sapi yang bebas berkeliaran melintasi jalanan.

Waktu terbaik untuk ke Tuamese bisa dilakukan kapan saja sepanjang hari. Terlebih saat matahari terbenam. Sebelum mendaki, wisatawan biasanya dipandu dengan pemandu-pemandu cilik atau warga setempat. Mereka tidak meminta uang melainkan hanya menemani hingga ke atas. Karena jauh sebelum tempat itu dikenal banyak orang, di sanalah arena bermain anak-anak pedesaan itu.

Untuk menuju TTU, bisa menggunakan jalur melalui Atambua. Terdapat 2 penerbangan dari Kupang menuju Bandar Udara A. A. Bere Tallo. Penerbangan ke Atambua dilayani menggunakan pesawat ATR dari maskapai Wings Air pada pagi dan siang hari. Memang sampai saat ini belum ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Atambua.

Jalur lain yang dapat digunakan sebagai alternatif yakni melalui jalan darat dari Kupang menuju Atambua dengan waktu perjalanan mencapai tujuh jam. Meski memakan waktu cukup lama, namun apa yang menanti Anda sepadan dengan perjalanan yang telah Anda lalui.

(Dewi Kurniasari)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement