KUALITAS kopi yang tumbuh di tanah Danau Toba dinilai punya kualitas baik. Bahkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan produk Oval Kopi, layak dipromosikan karena memiliki kualitas dunia.
Sandi mengatakan, Oval Kopi ini, salah satunya ini long bean, sumber buah cerry dan belimbing terbaik. Produk ini diproduksi oleh Koperasi Cimata Makmur Daily, di salah satu Kabupaten di Sumatera Utara yang juga berbatasan dengan Danau Toba.

"Sekarang saya ada satu produk lokal yang kualitasnya udah benar-benar kualitas dunia yaitu oval kopi," kata Sandi dalam acara Live NGANTRI (Ngobrol Bareng Mas Menteri) Edisi #BeliKreatifDanauToba di akun Instagram @pesonaid_travel pada Minggu 7 Februari 2021.
Baca Juga: Sandiaga Uno Optimis #BeliKreatifDanauToba Bantu Perekonomian Lokal di Masa Pandemi
Menurut Sandi, produsen kopi ini adalah koperasi yang beranggotakan petani dan pengolah kopi di seputar Danau Toba.
"Koperasi ini bekerjasama dengan oval kopi sudah mengembangkan kopi di Daily dari Hulu sampai Hilir mulai dari budidaya sampai pada bibit petani untuk pengembangan tanamannya sampai 5000 hektar," ungkapnya.
Lebih lanjut, Sandi juga menjelaskan Kemenparekraf juga ada beberapa program yang berkaitan dengan penanganan limbah, program bersih, indah sehat dan nyaman.
"Kita punya pohon cokelat untuk membantu reduce reuse and recycle jadi nanti kalau ada kerjasama dengan masyarakat kita sangat terbuka, karena kita tidak ingin pariwisata itu menghasilkan sampah seperti dibeberapa foto yang beredar itu terus terjadi itu diseluruh lapisan masyarakat," ungkapnya.
Sementara itu, Aktris Prisia Nasution yang menjadi host dalam acara Live NGANTRI juga mengaku membuka lebar kerja sama atau kolaborasi dalam mengurangi sampah plastik untuk dijadikan produk tas waterproof.
Baca Juga: Pameran Beli Kreatif Danau Toba Digelar di Summarecon Mall Serpong pada 11-21 Februari
"Kita kolaborasi, karena saya tuh sebetulnya lagi butuh sampah plastik yang banyak jadi semuanya kita kumpulin. Karena kita akan bikin, sampah plastik jadi tas yang waterproof. Sangat baguslah dipakainya juga," ungkapnya.
Lebih lanjut, kata Prisia, plastik itu bagus untuk didaur ulang jadi berbagai macam produk. Misalnya tas waterproof, yang mana diproduksi langsung oleh ibu-ibu di perkampungan.
"Nanti kita akan sebar box-box bertuliskan buang sampah plastik di sini, sebab kita butuh sampah plastik juga," katanya.
(Dewi Kurniasari)