Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Crazy Rich PIK Sudah Divaksin, Netizen Tantang Ikut Tangani Pasien Covid-19

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Selasa, 09 Februari 2021 |14:09 WIB
Crazy Rich PIK Sudah Divaksin, Netizen Tantang Ikut Tangani Pasien Covid-19
Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Freepik)
A
A
A

MEDIA sosial ramai membahas crazy rich PIK Helena Lim karena membagikan video mendapat vaksinasi covid-19. Banyak netizen merasa tidak adil karena Helena Lim dianggap bukan bagian dari kelompok prioritas vaksinasi tahap awal yaitu tenaga kesehatan (nakes).

Helena Lim mendapat vaksin covid-19 di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Tidak sendirian, dia memboyong keluarganya untuk divaksin juga.

Baca juga: Alasan Mengejutkan Crazy Rich PIK Helena Lim Dapat Vaksin Covid-19 

Beberapa sumber menjelaskan bahwa crazy rich asal Pantai Indah Kapuk (PIK) ini adalah pemilik apotek di Kebon Jeruk. Namun sesuai pernyataan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahwa pemilik apotek tidak bisa divaksin duluan. Jadi, apa yang dilakukan Helena Lim diduga perbuatan keliru.

Crazy rich PIK Helena Lim dapat vaksin covid-19. (Foto: Instagram @helenalim899)

Netizen pun ikut membahas persoalan ini. Mulai dari marah sampai harus ada tanggung jawab yang dilakukan pihak Helena Lim atas perbuatan tersebut.

Seperti dalam unggahan akun Instagram praktisi kesehatan Dokter Tirta Mandira Hudi @dr.tirta yang cukup vokal menyuarakan kabar ini di Twitter, banyak netizen memberikan komentar.

Baca juga: Belajar dari Crazy Rich Helena Lim, Benarkah Pemilik Apotek Tenaga Medis? 

Berikut beberapa suara netizen menanggapi permasalahan ini:

"Kaum borjois akan selalu bisa membeli apa saja duluan dibandingkan kaum bawah yang cuma dapat sisa," komentar akun @zidan_matkod**.

"Please! Yang kayak gini harus viral dan harus clear, jangan sampai kasusnya tenggelam sebelum terselesaikan atau minimal ada klarifikasi yang jelas," tulis @gayuh**.

"Rakyat jelata nyimak ae wes. Seng penting isok mangan wes syukur," respons @iruulir**.

"Sudah divaksin kan? Yaudah boleh bantu-bantu di lapangan dong nanganin pasien positif covid-19. Biar ngerasain juga pakai baju yang berlapis-lapis itu," ungkap @fardanie.***.

Baca juga: Sidang Pemakzulan Trump Digelar Hari Ini, Senat Capai Kesepakatan Beri Waktu 16 Jam ke Masing-masing Pihak

"Baru dengar saya PSA (pemilik sarana apotek) adalah tenaga kesehatan. Percuma kuliah S1 farmasi 4 tahun plus profesi apoteker 1,5 tahun kalau PSA termasuk tenaga kesehatan," komentar @ridhokha**.

"Gimana dok? Kita yang rakyat jelata saja mau minta vaksin harus sabar antre giliran. Diusut sekalian dipidanakan oknumnya bolehlah, kalau gini kan ada unsur penyalahgunaan wewenang," komen @tikussb***.

Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Freepik)

(Hantoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement