Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Asyiknya Berwisata di Kota Tua Jakarta, Ini Sederet Pilihan Destinasinya

Fatha Annisa , Jurnalis-Selasa, 09 Februari 2021 |17:01 WIB
Asyiknya Berwisata di Kota Tua Jakarta, Ini Sederet Pilihan Destinasinya
Kali Besar Kota Tua Jakarta (myeatandtravelstory.wordpress.com)
A
A
A

KOTA Tua Jakarta merupakan salah satu ikon wisata Ibu Kota. Dulunya kawasan ini dikenal dengan Sunda Kelapa hingga Raden Fatahillah menyerang dan mengganti nama menjadi Jayakarta. Kemudian Belanda masuk menginvasi Jayakarta. Kota ini pun diganti nama jadi Batavia pada 4 Maret 1921. Usai Indonesia merdeka, sebutan Batavia berganti Jakarta

Kedatangan bangsa Belanda berperan penting dalam sejarah terbentuknya Kota Tua. Karenanya tidak aneh jika nuansa khas kolonial Belanda sangat kental di kawasan ini, terutama dari bangunan-bangunan yang ditinggalkan dengan arsitektur bergaya Eropa.

Baca juga:  Bebas Kendaraan, Kota Tua Jakarta Jadi Pusat Sejarah dan Budaya Terpadu

Kota Tua kini jadi pusat sejarah dan kebudayaan. Sebagai destinasi wisata, kawasan ini sering ramai wisatawan. Orang-orang berdatangan dengan berbagai tujuan, seperti mengunjungi museum-museum, berwisata kuliner, menikmati bangunan tua atau berfoto ria.

Pemprov DKI Jakarta kini menjadikan Kota Tua sebagai kawasan rendah emisi dan bebas kendaraan bermotor. Hanya transportasi umum seperti TransJakarta yang dapat berhenti di sekitar kawasan tersebut.

Ini kabar baik bagi pengunjung Kota Tua, setidaknya bisa merasakan udara segar tanpa polusi. Berwisata pun jadi lebih nyaman.

Jika Anda ingin mengunjungi kawasan Kota Tua Jakarta, berikut daftar destinasi wisata menarik yang bisa didatangi :

1. Museum Fatahillah

Berkunjung ke Kota Tua Jakarta belum lengkap jika tidak datang ke salah satu museum ternamanya, yaitu Museum Fatahillah. Bangunan berarsitektur mirip dengan Istana Dam di Amsterdam.

ilustrasi

Museum Sejarah Jakarta (Okezone.com/Fadel)

Museum ini memiliki nama resmi Museum Sejarah Jakarta. Namun karena letaknya di jalan Fatahillah, orang-orang lebih mengenalnya dengan nama Museum Fatahillah. Di sini terdapat 23.200 koleksi barang bersejarah baik asli maupun replika dari bekas peninggalan Kerajaan Pajajaran dan Tarumanegara.

Di taman belakang museum pengunjung dapat menemukan belasan prasasti nisan milik orang Belanda. Sementara di dalam museum ada sebuah ruang pengadilan dan penjara bawah tanah. Bermacam-macam perabot antik seperti keramik, gerabah, dan sebagainya.

Baca juga: Lagi PPKM Mikro, Masih Bisakah Berwisata di Kota Tua?

Di lantai satu terdapat jendela besar yang berhadapan langsung dengan alun-alun. Pada zaman dahulu jendela tersebut digunakan Belanda untuk menyaksikan eksekusi hukuman mati yang dilakukan di tengah alun-alun.

Selain menambah wawasan, pengunjung juga bisa menyewa sepeda untuk berkeliling lapangan Museum Fatahillah. Jika beruntung, pengunjung akan melihat banyak burung dara di sekitar lapangan lalu memberi makan mereka.

2. Toko Merah

Toko Merah terletak di jalan samping Sungai Ciliwung, tepatnya Jalan Kali Besar Barat Nomor 107. Untuk menemukan bangunan ini tidak akan sulit karena warna merah berani yang mendominasi bangunan sangatlah mencolok.

ilustrasi

Tokoh Merah VK

Beberapa sumber mengatakan Toko Merah merupakan bangunan tertua di Kota Tua Jakarta. Pembangunannya dimulai pada tahun 1730. Dulunya, Toko Merah pernah menjadi rumah bagi orang-orang elit Belanda dan sebuah akademi pelayaran.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement