BANYAK pasien Covid-19 mengeluhkan hilangnya kemampuan mencium bau atau dalam dunia medis disebut dengan istilah anosmia. Kejadian itu terjadi karena virus SARS-CoV2 memengaruhi jalur proses penciuman.
Ketika kemampuan untuk mencium bau itu hilang, disertai dengan demam atau batuk, mungkin Anda harus segera melakukan tes Covid-19. Meskipun, beberapa orang menyatakan penciuman mereka tetap tidak kembali setelah sembuh.
Memang, kehilangan fungsi penciuman berkaitan dengan Covid-19. Pada lansia, anosmia muncul karena faktor usia. Tapi, apakah kondisi tak bisa mencium bau ini bisa diatasi atau setidaknya apakah ada cara mudah yang bisa dilakukan?
Profesor Philpott, seorang ahli di bidang Rhinology dan Olfactology di University of East Anglia menjelaskan bahwa ada cara sederhana untuk melatih kemampuan hidung mencium bau kembali.

Menurut beberapa penelitian yang sudah dilakukan, cara yang bisa dilakukan adalah melatih hidung untuk mencium bau-bauan secara berulang dalam jangka pendek.
"Teknik tersebut berpotensi bermanfaat bagi orang yang kehilangan penciuman, terutama akibat infeksi virus," katanya dikutip dari News Medical Life Science.
Nah, agar hasilnya optimal, coba kategorikan bau seperti Anda memisahkan rasa asin, pahit, manis, dan asam. Kalau pada bau, Anda bisa memisahkannya berdasarkan aroma flowery, fruity, spicy, dan resinous.
Sumber bau bisa didapat dari barang yang ada di rumah. Misalnya saja kulit lemon dan jeruk, pala, cengkeh, mint, kayu putih, kopi bubuk, kelapa, dan vanila. "Bahan-bahan ini bisa sekali digunakan untuk melatih penciuman Anda," terang Prof Philpott.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.