TERSEDAK adalah ketidakmampuan bernapas yang disebabkan penyumbatan pada tenggorokan atau batang tenggorok. Tersedak terjadi ketika ada benda atau makanan yang tersangkut di tenggorokan atau kerongkongan, sehingga menutup aliran udara. Jika aliran udara tertutup, tersedak dapat menjadi keadaan darurat medis dan membutuhkan penanganan darurat.
Gejala utama tersedak adalah tidak dapat bernapas atau berbicara. Kondisi ini mungkin disertai batuk. Dalam kasus yang parah, kulit bisa membiru. Benda yang menyumbat dapat dikeluarkan oleh orang lain dengan melakukan lima tepukan keras di antara tulang belikat dan lima dorongan pada perut secara bergantian (manuver Heimlich).
Baca juga: Kesalahan Minum Obat, Ini Bahaya Menelan Pil Tanpa Air
Terkait hal ini, dokter spesialis paru-paru Dr dr Agus Dwi Susanto tidak menampik bahwa tersedak juga bisa menjadi penyebab kematian seseorang. Menurut dia, hal itu dikarenakan masuknya benda asing hingga menyumbat saluran pernapasan.
"Akibat sumbatan yang terjadi itu menyebabkan seseorang itu sesak napas dan sulit bernapas. Bahkan kalau sumbatan total bisa menyebabkan asfiksia, sesak napas berat yang akhirnya seseorang yang tersedak tidak bisa napas sama sekali hingga akhirnya meninggal dunia karena saluran napas tersumbat," jelas dr Agus Dwi Susanto, seperti dikutip dari Antara, Jumat (5/2/2021).

Ia menjelaskan bahwa oksigen yang dihirup masuk ke paru-paru melewati saluran pernapasan hingga kemudian didistribusikan ke seluruh tubuh.
"Nah udara yang kita hirup ada salurannya, dari hidung kemudian masuk ke tenggorokan, kemudian masuk ke trakea, kemudian bronkus sampai ke tempat pertukaran oksigen," paparnya.
"Bayangkan yang orang tersedak benda dan benda itu masuk saluran napas sampai terjadinya saluran itu mampet terutama di daerah trakea, bronkus, itu kan saluran tunggal kalau dia mampet akhirnya oksigen enggak bisa lewat. Akhirnya orang enggak bisa napas," terangnya.
Baca juga: Ini Cara Cristiano Ronaldo dan Georgina Rodriguez Habiskan Waktu Liburan saat Hujan Salju
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa orang yang tersedak harus segera mendapat pertolongan pertama untuk mengeluarkan benda asing yang masuk ke saluran pernapasan tersebut.
"Misalnya kalau orang tersedak dewasa, bayi sama anak beda. Kalau dewasa itu pertolongan pertama bisa ditepuk-tepuk punggungnya, disuruh membungkuk supaya yang tersedak bisa keluar," tuturnya.
Cara lain yang bisa dilakukan, menurut dr Agus, dengan menggunakan metode Heimlich Maenuver yaitu memberikan dorongan pada ulu hati orang yang tersedak.
"Pada prinsipnya kita menolong dari belakang orang tersedak, kemudian tangan kita dikepalkan di daerah ulu hati, kemudian tangan kanan itu mendorong, jadi seperti kita mendekap dari belakang tapi tangan kita mendorong daerah ulu hati. Dengan mendorong ke atas daerah diafragma terdorong diharapkan akan mendorong udara dari paru dan mendorong benda yang nyangkut keluar," ujarnya.
Baca juga: Viral Bayi 1 Tahun Meninggal Usai Makan Jelly
Sementara untuk pertolongan pertama pada bayi yang tersedak sedikit berbeda, yaitu dengan ditepuk-tepuk pada daerah punggung bayi dalam posisi tengkurap.
"Kalau Heimlich Maenuver pada anak beda tekniknya, biasanya ditekan saja di daerah ulu hati ke arah dalam sehingga dia akan mendorong," kata dr Agus.
Baca juga: Deretan Manfaat Pijat untuk Tubuh, Bisa Hapus Bekas Luka Lho
Dia menambahkan bahwa meminum air untuk mengatasi tersedak belum tentu membantu karena tergantung dengan benda yang masuk ke saluran pernapasan.
"Kalau tersedak oleh makanan yang sifatnya dapat lumer bisa. Tapi kan tersedaknya itu masuk saluran napas jadi enggak bisa air masuk," pungkasnya.
(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.