Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Isolasi Mandiri di Rumah, Epidemiolog Ungkap 3 Hal Penting Ini Mesti Dilakukan

Pradita Ananda , Jurnalis-Kamis, 04 Februari 2021 |17:43 WIB
Isolasi Mandiri di Rumah, Epidemiolog Ungkap 3 Hal Penting Ini Mesti Dilakukan
Ilustrasi penderita covid-19 isolasi mandiri di rumah. (Foto: Freepik)
A
A
A

ISOLASI mandiri di rumah kini jadi langkah alternatif mengatasi persebaran covid-19 yang masih cukup tinggi. Pasalnya, rumah sakit rujukan kini sudah penuh dan tidak bisa lagi menampung pasien, termasuk Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet yang juga sudah membeludak.

Kondisi ini akhirnya membuat sebagian besar orang yang positif terinfeksi covid-19, terutama tanpa gejala, harus melakukan isolasi mandiri di rumah. Begitu juga dengan orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif covid-19.

Baca juga: Sudah Isolasi Mandiri 2 Minggu tapi Masih Positif Covid-19, Ini Penjelasan Ahli 

Isolasi mandiri bukan sekadar menetap di dalam rumah tidak pergi ke mana pun. Tapi saat berada di dalam rumah, ada perilaku-perilaku khusus yang perlu diperhatikan.

Apa saja perilaku itu? Berikut penjelasannya, seperti dijelaskan epidemiolog dari Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani SSi MSi PhD.

1. Meminimalisasi interaksi

Ia mengatakan, ketika isolasi mandiri di rumah, hal pertama yang harus diperhatikan adalah meminimalisasi interaksi dengan anggota keluarga yang lain.

"Kalau tinggal sendiri sih enggak masalah ya, tapi kalau keluarga besar banyak dalam satu rumah. Nah, ini kalau bisa tidak ada interaksi langsung dengan anggota keluarga lainnya di dalam rumah, harus benar-benar isolasi dirinya. Interaksi hanya untuk sesuatu yang betul-betul darurat," kata Laura saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (4/2/2021).

Baca juga: Ini Asupan yang Sehat Selama Isolasi Mandiri Menurut WHO 

2. Pemisahan barang-barang

Hal kedua, lanjut dia, perihal pemisahan barang-barang di rumah. Meski disebutkan tidak perlu sampai seekstrem ini, Laura menyebutkan idealnya untuk meminimalisasi celah risiko yang kemungkinan terjadi. Pemisahan barang-barang, misalnya alat makan yang dipakai sampai pencucian baju bisa dipisahkan dari anggota keluarga yang lain.

"Idealnya untuk meminimalisasi kemungkinan yang terjadi. Alat makan atau barang-barang lainnya bisa dipisahkan. Tapi ini bukan berarti keharusan ya. Ya yang bagus alat makan kotor langsung dicuci bersih pakai sabun, atau baju langsung direndam dengan deterjen, mungkin enggak masalah. Intinya, jangan sampai dibiarkan. Kita kan enggak tahu ada orang lain bisa enggak sengaja pegang lalu tanpa cuci tangan," imbuhnya.

3. Selalu pakai masker

Kemudian hal ketiga soal pemakaian masker. Saat isolasi mandiri, baik ketika diri sendiri yang sakit ataupun anggota keluarga lainnya di rumah yang sakit, Laura mengimbau semua penghuni memakai masker.

"Kalau kita sakit, orang di dalam rumah juga harus semuanya pakai masker. Hasil risetnya, ketika orang sakit enggak pakai masker kemudian orang lain yang diajak interaksi pakai masker itu persentase penularannya jauh lebih tinggi, dibandingkan orang sakit pakai masker lalu orang lain yang diajak bicara enggak pakai masker. Tapi peluangnya akan jadi jauh lebih kecil ketika semuanya (kedua belah pihak) pakai masker ketika berinteraksi di dalam rumah. Ya kalau bisa, interaksi itu diminimalisasi," tutup Laura.

Baca juga: Wajib Isolasi Mandiri Pra dan Pasca Vaksinasi Covid-19? Ini Penjelasannya 

(Hantoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement