Alasan kedua, ialah untuk menghindari para penipu untuk membuat kartu vaksinasi Covid-19 yang palsu. Semakin banyak foto gambaran kartu vaksinasi yang beredar bebas di internet, maka akan semakin mudah untuk memalsukannya. Meski saat ini belum ada kasus demikian, lembaga Better Business Bureau menilai aksi penipuan ini hanya tinggal menunggu waktu untuk benar-benar terjadi.
Baca Juga : Tahan Napas saat Jalan Lewati Orang Cegah Covid-19, Benarkah?
Baca Juga : Ini yang Terjadi pada Virus Covid-19, jika Masyarakat Sering Cuci Tangan
Mengingat, dari laporan Reuters menyebutkan baru-baru ini di Amerika sendiri FBI, Interpol dan organisasi lainnya sudah memberikan peringatan kepada laman-laman situs yang mengiklankan obat dan vaksin COVID-19 palsu. Beberapa penipu online bekerja dengan menggunakan email dan aplikasi chat pesan untuk mengklaim bahwa mereka dapat mengirimkan vaksin Covid-19 dengan biaya USD150 atau sekira Rp2,1juta.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.