Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jaket Pelampung Baru Boleh Digembungkan saat Keluar Pesawat, Kenapa Ya?

Salsabila Jihan , Jurnalis-Rabu, 03 Februari 2021 |06:21 WIB
Jaket Pelampung Baru Boleh Digembungkan saat Keluar Pesawat, Kenapa Ya?
Ilustrasi. (Foto: Freepik)
A
A
A

RAHASIA dalam penerbangan kini sepertinya bukan lagi hal yang tidak boleh diketahui oleh orang awam. Salah satunya adalah rahasia dibalik alasan mengapa penumpang tidak boleh mengembangkan jaket pelampung mereka, dalam situasi darurat saat pengevakuasian pesawat.

Salah satu penumpang setia yang secara teratur terbang menggunakan pesawat komersial telah mempelajari sejumlah rahasia yang cukup banyak selama bertahun-tahun tentang industri penerbangan. Mulai dari air keran yang kotor hingga kantong kursi yang kotor, bahkan ada beberapa fakta lainnya yang menjijikan.

Baca Juga: Jangan Ucapkan Kalimat Ini di Pesawat, Akibatnya Bisa Fatal

pelampung

Dilansir Dailyexpress, ada sebuah utas di Reddit yang menghebohkan setelah seorang pramugari menjelaskan beberapa rahasia yang tidak disadari oleh banyak orang. Misalnya saja tentang evakuasi darurat dan jaket pelampung yang dibutuhkan.

Ternyata, alasan kenapa kita tidak boleh menggembungkan jaket tersebut karena menghabiskan banyak ruang saat ingin menyelamatkan diri itu tidak ada hubungannya.

Alasan sebenarnya adalah karena bisa menyebabkan penumpang tenggelam apabila pesawat yang ditumpanginya itu masuk ke dalam air.

"Jangan mengembangkan jaket pelampung Anda jika terjadi kecelakaan sampai Anda meninggalkan pesawat. Jika pesawat tenggelam dan Anda menggembungkannya, Anda akan ikut tenggalam sebelum keluar dari pesawatm" jelasnya.

Jika pesawat terisi air, penumpang yang lebih dahulu memilih mengembangkan jaket pelampungnya tidak akan bisa keluar dari pintu saat mengapung di dalam pesawat. "Orang-orang panik dan ingin menggembungkannya begitu mereka memakai jaket pelampung, tetapi itu malah mengacaukan dirinya sendiri."

Baca Juga: Kisah Pramugara "Sulap" Desa Kelahirannya Jadi Wisata Edukasi 'Red Angels'

Selain itu, menggembungkan jaket pelampung sebelum keluar dari pesawat juga dapat mempersulit Anda untuk melewati pintu keluar sehingga jaket tersebut harus dirobek terlebih dahulu dan menjadi tidak berguna.

Menurut sebuah acara televisi, Air Crash Investigation, ada sebuah kecelakaan terjadi pada 1996 yang mengungkapkan apa yang terjadi saat menggembungkan jaket tersebut di dalam kabin.

Saat itu, Ethiopian Airlines penerbangan 961 dibajak pada 23 November yang membuat pesawat tersebut melakukan pendaratan di air. Ada 125 orang tewas dari total 175 penumpang.

Hasil penyelidikan mengungkapkan bahwa kebanyakan dari mereka yang tewas adalah karena menggembungkan jaket pelampung mereka saat masih berada di dalam pesawat dan akhirnya mereka terjebak oleh banyaknya air yang masuk. Hal tersebut karena mereka terjebak di tempat duduk saat kabin mulai tenggelam dan terisi oleh air.

Maka dari itu, demonstrasi keselamatan di pesawat sangat penting untuk diperhatikan dan bagi penumpang yang tidak memperhatikan, sebenarnya mereka adalah orang-orang yang paling tidak disukai oleh para pramugari.

Penumpang juga bisa menyelamatkan dirinya sendiri dengan berbagai cara, bahkan dengan cara yang tidak didemonstrasikan oleh pramugari. Misalnya menghitung kursi antara tempat mereka duduk dengan pintu keluar darurat.

Sebab semisal terjadi sebuah kecelakaan dan lampu di dalam kabin padam, mereka bisa dengan mudah melarikan diri setelah mengetahui banyaknya kursi yang harus dilaluinya.

Menyelamatkan diri dari pesawat tidak selalu harus menyusuri lorong kabin, bisa saja mereka harus memanjat lewat kursi. Oleh karena itu, sangat penting mengetahui seberapa dekat dengan pintu keluar untuk menyelamatkan diri.

(Dewi Kurniasari)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement