Saat ini, kanker serviks masih menjadi penyakit menakutkan dan memakan banyak korban jiwa. Padahal, penyakit tersebut merupakan salah satu kanker yang dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi HPV dan IVA Test atau Pap smear.
Menurut data GLOBOCAN 2020, Human Papilloma Virus (HPV) sebagai penyebab kanker serviks telah merengut 21.003 jiwa, dan terdapat 36.633 kasus baru terhadap perempuan.
Setidaknya, 50 perempuan di Indonesia meninggal setiap harinya akibat kanker serviks. Hal tersebut menjadikan kanker serviks sebagai kanker yang paling sering dialami dan berada di urutan kedua di Indonesia. Mengerikannya lagi 80 persen kasus kanker serviks lebih banyak diketahui saat sudah pada stadium lanjut.

Ketua Umum Himpunan Onkologi dan Ginekologi Indonesia (HOGI), Prof. Dr. dr. Andrijono, SpOG, K-onk,mengatakan pada kondisi seperti ini, pengobatan menjadi lebih sulit, dan lebih mahal. Namun tingkat keberhasilan untuk sembuhnya pun semakin menurun. Oleh sebab itu. Edukasi akan pentingnya melakukan pemeriksaan dan bahaya mengenai kanker serviks sangat diperlukan bagi masyarakat.