MENKES Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksinasi wajib anak tetap berjalan di tengah program vaksinasi covid-19. Ia pun memberikan arahan agar tidak menghentikan vaksinasi seperti polio, hepatitis, tetanus, dan lainnya pada anak. Pasalnya, anak-anak membutuhkan vaksin dan tindakan ini juga demi masa depan Indonesia selama 30 tahun mendatang. Jika anak-anak tidak sehat akan menjadi masalah di kemudian hari.
"Jadi 170 juta vaksinasi akan tetap jalan, ditambah dengan 426 juta vaksin di tahun ini. Jadi sekira 600 juta," jelas Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam webinar 'Vaksin Covid-19 untuk Indonesia Bangkit' yang disiarkan langsung MNC Portal Indonesia, Sabtu (30/1/2021).
Baca juga: Masuk 40 Negara Pertama Vaksinasi Covid-19, Menkes Budi: Indonesia Beruntung
"Ini sebabnya akan memberikan tekanan kepada infrastruktur pengiriman vaksin yang ada, yang biasanya sering dipakai jadi tinggi. Terutama tempat-tempat penyimpanan suhu antara 2 sampai 8 derajat Celsius. Oleh sebab itu, kita bekerja sama dengan perusahaan yang memiliki rantai logistik dingin untuk membantu agar proses delivery ini dapat berjalan dengan mulus," tambahnya.
Sementara itu, Pemerintah Indonesia diketahui juga sedang gencar mengupayakan proses vaksinasi covid-19 bagi 181.554.465 penduduk yang dijadwalkan hingga Maret 2022. Pemberian vaksin ini dalam upaya menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity sebagai langkah memutus mata rantai penularan virus corona di Tanah Air.
Baca juga: Menkes: Dalam 12 Bulan Diharapkan 70% Rakyat Indonesia Selesai Divaksin
Kini Indonesia telah mendapatkan 3 juta dosis vaksin serta 15 juta bahan baku vaksin covid-19 dari Sinovac Biotech. Nantinya bahan baku tersebut akan diproduksi menjadi 12 juta Vaksin Sinovac yang diperkirakan selesai pada minggu kedua Februari 2021.
Selain itu, pemerintah juga berhasil melakukan kesepakatan untuk mendatangkan 15 juta dosis Vaksin Sinovac lagi pada Maret 2021.